Mantan Jubir Cagub dan Cawagb Sulsel Beradu Nasib di Pileg 2019

Suriadi
Suriadi

Rabu, 11 Juli 2018 20:12

Jubir Prabowo_Sandi Andri Arief Bulu Mengenajakn Jaket Berwarna Hijau
Jubir Prabowo_Sandi Andri Arief Bulu Mengenajakn Jaket Berwarna Hijau
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Para mantan juru bicara pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel, mencoba keberuntungan pada pemilu 2019, dengan ikut berpartisipasi menjadi Calon Legislatif (Caleg) pada pemilu 2019 mendatang.

Sejumlah mantan jubir tersebut mencari keberuntungan di pileg 2019, melalui sejumlah partai politik pengusung dan pendukung pasangan calon di pilgub Sulsel beberaoa waktu lalu

Mereka para mantan jubir yang maju pileg yakni Jubir NH-Aziz Muhammad Natsir (Golkar) Jubir Prof Andala Haeruddin Nurman (PDIP) Jubir IYL-Cakka Ian Latanro (Demokrat), Jubir AAN-TB Andry Arief Bulu (Gerindra).

Langkah politik majunya para mantan jubir di pilgub Sulsel tidak terlepas dari modal investasi politik yang telah dimiliki para mantan jubir, mengingat semenjak mereka menyandang status sebagai juru bicara keuntungan telah didapatkan mereka, ketimbang sejumlah caleg yang harus bekerja memperkenalkan diri kemasyarakat sebagai bakal calon wakil rakyat.

Melihat fenomena tersebut pengamat politik, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menilai, para jubir yang maju di pileg 2019 telah mengantongi modal politik, sehingga mereka dimudahkan untuk dapat terpilih dipileg nantinya.

“Mereka telah memili modal investasi politik dimasyarakat, termasuk dengan tingkat keterkenalan mereka yang cukup familiar sehingga tidak susah lagi untuk memoles keterpilihan mereka dipileg mendatang,” Ungkap Firdaus Muhammad.

Namun Firdaus Muhammad mengingatkan kepada mereka yang maju bersaing di pileg bukan hal yang mudah, mengingat persaingan dipileg akan terjadi di intenral partai dan bukan berasal dari eksternal partai atau caleg di partai lain.

Terkait jika dirinya maju dipileg untuk mencari keberuntungan pasca pilgub di bantahnya, sebab dirinya menjadi jubir di pasangan AAN-TBL karena kewajiban sebagai kadr partai Gerindra, apa lagi Gerindra menjadi partai pengusung utama pasangan AAN-TBL

“Saya ini kader partai, jadi perintah partai saya jadi jubir dan saya maju caleg karena perintah partai, apa lagi pada periode 2009-2014 lalu saya menjadi wakil rakyat dan duduk sebagai wakil ketua DPRD Sulsel,” Ungkap Andri.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Agustus 2026 14:03
Nama Diusulkan Jadi Bendahara Golkar Sulsel, Amirullah Serahkan Keputusan ke DPP
MAKASSAR, Trotoar.id — Amirullah Nur Saenong menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait kemungkinan dirinya dipe...
Politik30 Agustus 2026 13:36
NasDem Sulsel Bidik 24 Kursi di Pemilu Mendatang, Kader Nyaleg Lewat Partai Lain Diancam Dipecat
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan memasang target lebih tinggi untuk pemilu mendatang. Setelah meraih 17 kursi DPRD hasil Pemilu...
News30 Agustus 2026 13:32
Belajar dari CMC Tiga Warna, Dua Desa Donggala Siapkan Model Ekowisata Berkelanjutan
MALANG, Trotoar.id — Desa Lalombi dan Desa Tolongano, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mulai menyiapkan model pengembangan ekowisata yang tidak ...
Politik30 Agustus 2026 12:16
NasDem Sulsel Bekali 152 Anggota Fraksi, Komunikasi Politik Diminta Tetap Berpijak pada Kondisi Masyarakat
MAKASSAR, Trotoar.id — DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan memberikan pendidikan politik kepada 152 anggota Fraksi NasDem yang tersebar di DPRD tingk...