Keluarga Kepala Daerah Ikut Bertarung di Pileg, Pengamat: Rekrutmen Caleg Tidak Berjalan

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 14 Juli 2018 18:18

Keluarga Kepala Daerah Ikut Bertarung di Pileg, Pengamat: Rekrutmen Caleg Tidak Berjalan
61 / 100 Skor SEO
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Persaingan di Pemilihan Legislatif (Pileg) nampaknya menjadi daya tarik dari kalangan keluarga Kepala Daerah Bupati dan wakil Bupati serta Gubernur dan wakil Gubenrur, yang juga jatuh cinta akan posisi sebagai anggota DPRD.

Bahkan sekitar puluhan keluarga dekat kepala daerah mulai dari istri, anak, menantu. saudara sepupu, ipar, paman dan tante ikut bertarung dipileg, ikut meramaikan dipileg 2019 mendatang.

Tidak main-main ada puluhan keluarga kepala daerah dari 20 kepala daerah yang mejabat dan terpilih pada pilkada serentak ikut menjadi calon legslatif dari berbagai partai politik.

Berdasarkan data yang di himpun, Partai NasDem merupakan partai yang paling diminati oleh keluarga kepala daerah, yang kemudian diikuti oleh partai Golkar.

Seperti Keluarga dari Bupati Gowa, tercatat sejumlah keluarga dekat ikut bersaing di pileg mulai dari Mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) Mantan Gubenrur Sulsel, Bupati Sidrap (Rusdi Masse) Tenri Olle Yasin Limpo, Riska, semua menjadi caleg di NasDem, Sementara Indira Cundha Thita Syalrul (PAN) Pahlevi (Gerindra) Akbar Danu Indarta YL (Golkar) Ishak (Golkar)

Baca Juga  CRC: Elektabilitas Parpol Pengusung Jokowi-Ma'ruf Paling Banyak Kandas PT

Bukan cuma keluarga Bupati Gowa yang ikut bertarung Istri Bupati Luwu Andi Tenri Kata (Perindo) Istri Bupati Barru Hj Hasnah Syam Mars (NasDem) Anak dan Istri Bupati Pangkep, Rismayani A Hamid (Golkar) Sofyan Hamid (Golkar) Suami Bupati Lutra, Muhammad Fauzi (Golkar) Putra Bupati Bulukumba, Andi Muh Anwar Puronomo (PKB) Putra Bupati Enrekang, Mitra Fachrudin Muslimin Bando (PAN) Putri Bupati Pinrang terpilih, Azizah Irma Wahyudiyati Irwan, (Demokrat) Istri Wali Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail (Perindo).

Istri Wakil Bupati Tana Toraja Nurliah Datuan Batara (Golkar). Istri Wakil Bupati Torut, Eva Stevany Kadang, Istri Bupati Jeneponto, Hamsiah Iksan Iskandar (Golkar), Istri Wakil Bupati Bulukumba Isniyah Hatibu (NasDem), Istri Bupati Takalar Irma Andriani (PKS). anak dan adik Bupati Luwu Terpilih Arfan Basmin (PPP) Arham Basmin (NasDem), Romisati Mattayang (NasDem)

Baca Juga  BNPB: Wali Kota Palu dan Pasha Ungu Selamat, Saat ini Ada di Tenda Pengungsian

Fenomena majunya sejumlah keluarga kepala daerah, dianggap pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Suryadi Culla jika banyaknya keluarga kepala daerah maju dipileg bukti jika proses rekuetmen caleg dipartai tidak berjalan, ditambah lagi dengan kecendrungan partai politik dalam mencari figuritas calon yang mampu menopang perolehan suara.

“Fenomena ini saya melihat bagian dari strategi partai untuk meraih perolehan suara dipileg, mengingat keikutsertaan keluarga kepala daerah dipileg mampu memberikan konstribusi besar, khususnya pada suara,” Kata Adi Suryadi Culla.

Bukan itu saja, Dosen Politik Unhas ini melihat, keikut sertaan keluarga kepala daerah dipileg, jelas akan menutup ruang bagi kader yang telah berjasa di partai, dimana inilah yang seharusnya menjadi perhatian partai politik dalam mengukur kualitas dan kemampuan caleg partai yang berasal dari keluarga kepala daerah.

“Harusnya ada rekruetmen caleg, yang dilakukan, agar partai politik dapat melihat secara detail kualitas calegnya, yang mana nantinya ketika terpiliha bisa mengangkat nilai tawar partai di masyarakat,” Tambahnya

Baca Juga  Novel: Komjen Firli Bahuri Bukan Pemilik KPK, Nggak Bisa Sewenang-wenang

Meskipun katanya, keikut sertaan keluarga kepala daerah di Pileg, dampak dari legalitas dinasty Politik, dan ini juga katanya bukan cuma terjadi di Sulsel, namun fenomena ini terjadi di sejumlah wilayah di Sulsel.

“Dalam konteks politik lokal khususnya di Sulsel, praktik politik dinasti dalam proses Pemilu sulit dihilangkan jika hanya mengharapkan peran parpol. Karena peran parpol untuk melakukan kaderisasi di tingkat lokal tidak berjalan baik, dan lebih pada meliaht kekuatan massa dari caleg yang di usungnya,” Kata Adi

“Praktik politik dinasti di Sulsel mengancam tumbuhnya proses demokrasi, sebab figur yang ditawarkan oleh parpol kepada pemilih kebanyakan berasal dari lingkaran penguasa yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak rakyat. Sehingga masyarakat seakan tidak lagi diberikan pilihan lain diluar dari lingkaran dinasti yang ada,” tegas Adi (**)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro26 Oktober 2026 14:44
Stadion Untia Mulai Ditimbun, Appi Kejar Target Rampung Akhir 2027
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mulai memasuki ta...
Politik26 Oktober 2026 00:44
Menteri UMKM Maman Abdurahman, NH hingga IAS Bernyanyi Bersama Wali Band Hibur Warga Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Panggung Pesta Rakyat Partai Golkar di Kota Makassar tak hanya menjadi ruang hib...
Daerah25 Oktober 2026 22:47
Rujab Bupati Sidrap Jadi Panggung Prestasi Sains, Syaharuddin Alrif Dorong Lahirnya Generasi Unggul
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO SIDRAP, Trotoar.id — Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sidenreng Rappang menjadi panggung apresiasi bagi pel...
Politik25 Oktober 2026 19:28
Sarmuji Rayu Andi Sudirman Gabung Golkar: Dulu Golkar Wakafkan Diri, Kini Giliran Gubernur
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, melontarkan rayuan poli...