
MAKASSAR, Trotoar.id — Persaingan antarpartai politik menuju Pemilu 2029 mulai terasa semakin ketat.
Meski tahapan pemilu masih cukup panjang, sejumlah partai telah bergerak melakukan konsolidasi dan pembenahan internal untuk memperkuat struktur serta mesin politik hingga ke tingkat akar rumput.
Partai Golkar Sulawesi Selatan menjadi salah satu kekuatan politik yang mulai menyiapkan strategi menghadapi pertarungan tersebut.

Di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), pembenahan struktur organisasi diarahkan untuk memperkuat soliditas kader sekaligus meningkatkan perolehan suara dan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
IAS mengakui, tantangan yang dihadapi partai politik saat ini tidak semakin ringan. Peta persaingan politik terus berubah, terlebih dengan munculnya partai-partai politik yang memiliki kedekatan atau afiliasi dengan sejumlah tokoh nasional.
Kondisi tersebut dinilai turut memberikan pengaruh terhadap konfigurasi politik di daerah, termasuk Sulawesi Selatan.
Meski demikian, IAS menyebut ada satu kekuatan politik yang di nilainya cukup berat untuk dihadapi Golkar pada Pemilu 2029, yakni Partai Gerindra.

Menurutnya, posisi Gerindra sebagai partai yang memenangkan Pilpres 2024 menjadi salah satu faktor yang membuat partai tersebut memiliki daya tarik dan kekuatan politik tersendiri.
Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Golkar Sulsel. Karena itu, Golkar tidak ingin hanya mempertahankan capaian sebelumnya, tetapi mulai memasang target peningkatan suara dan kursi secara signifikan pada pemilu mendatang.
Ketua Golkar Sulsel terpilih Ilham Arief Sirajuddin mengungkapkan, partainya menargetkan kenaikan perolehan suara dan kursi sekitar 20 persen dibandingkan hasil Pemilu 2024.
Target tersebut menjadi salah satu indikator yang akan digunakan untuk mengukur efektivitas konsolidasi dan kerja politik kepengurusan baru Golkar Sulsel.
Untuk mencapai target tersebut, pembenahan organisasi menjadi pekerjaan utama.
IAS menegaskan, penguatan tidak hanya dilakukan pada struktur kepengurusan tingkat provinsi, tetapi juga harus memastikan mesin partai bergerak efektif hingga ke tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa.
Struktur yang solid dinilai menjadi pondasi penting untuk memperbesar basis suara Golkar.
Target lebih besar juga dipasang untuk perolehan kursi DPR RI. Pada Pemilu 2024, Golkar Sulsel berhasil mengamankan lima kursi DPR RI dari daerah pemilihan di Sulawesi Selatan.
AMenghadapi Pemilu 2029, IAS menargetkan tambahan dua kursi sehingga Golkar Sulsel membidik sedikitnya tujuh kursi DPR RI.
Target tersebut menunjukkan Golkar Sulsel ingin melakukan lompatan politik, bukan sekadar mempertahankan capaian Pemilu 2024.
Untuk mewujudkannya, partai harus memperkuat konsolidasi kader, menyiapkan calon legislatif yang memiliki daya elektoral, memperluas basis dukungan serta memastikan komunikasi politik dengan masyarakat berjalan secara konsisten.
Dengan target peningkatan suara 20 persen dan tambahan dua kursi DPR RI, Golkar Sulsel kini menghadapi pekerjaan politik yang tidak ringan.
Persaingan dengan partai-partai lain, terutama kekuatan politik yang memiliki basis nasional kuat, akan menjadi tantangan besar bagi kepemimpinan IAS.
Konsolidasi yang dilakukan sejak dini akan menjadi penentu apakah target tersebut mampu diwujudkan atau hanya berhenti sebagai kalkulasi politik menuju Pemilu 2029.


Komentar