Menurut Damien Dematra Direktur International Film Festival, penghargaan ini diberikan atas kepedulian sebagai jurnalis yang terus menulis tentang budaya, khususnya film.
“Tidak banyak jurnalis yang tekun menulis dan mengikuti perkembangan film dan budaya di Indonesia. Kebudayaan Indonesia yang amat beragam perlu dijadikan bagian kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Menurut Imam, penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja jurnalis. Penghargaan ini merupakan langkah untuk terus menyemai peradaban Indonesia yang berkemajuan.
“Kita tidak ingin kebudayaan Indonesia hilang. Kebudayaan tradisional yang menjadi kekayaan Indonesia perlu kita angkat dan jadikan bagian kehidupan kita,” ujarnya.
Saat ini, menurut Imam, banyak pihak yang ingin mengambil bagian-bagian kebudayaan Indonesia. Seperti tari tradisional, musik, batik, bahkan bahasa, film dan foto tentang Indonesia.
“Bayangkan, film karya sineas Indonesia lama yang menjadi tonggak sejarah Film Indonesia seperti karya Usmar Ismail, Djamaluddin, dan lainnya, banyak yang tidak terawat dengan baik. Belum banyak yang tertarik untuk merestorisasi film-film Indonesia lama. Itu juga bagian dari diri kita,” ujarnya.
Ini menjadi bagian tugas jurnalis untuk terus mengingatkan dan menjaga budaya Indonesia. (***)
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi berupa bonus kepada kafilah Musabaqah Tilawatil Quran…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong prestasi olahraga dengan menjadi tuan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong reformasi birokrasi melalui penerapan sistem merit berbasis…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa transformasi menuju petani modern…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, resmi membuka kegiatan Pendidikan Islam Anak…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, secara resmi membuka Turnamen Gel Blaster…
This website uses cookies.