TROTOAR.ID,MAROS – Gerakan aliansi mahasiswa dan pemuda anti korupsi (GEMPA AKSI) mengelar aksi solidaritas atas kejadian pemukulan kawan aktivisnya pada jumat (27/07/2018 ) di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Maros siang tadi.

Aksi susulan ini terjadi akibat gerakan represif dari oknum kejaksaan yg terjadi pada aksi demonstrasi sebelumnya yang menuntut kejaksaan untuk mempercepat keluarnya nama-nama yang jadi tersangka dan menelusuri kasus korupsi jembatan Tana didi di desa Allaere, kecamatan Tanralili.
Kordinator aksi, Muhammad Wajidi yang sering di sapa Dandi , massa lagi-lagi turun ke jalan menyuarakan hak-hak keadilan karena melihat perilaku tak beradab dari oknum kejaksaan yang semestinya menegakkan keadilan sebagai penegak hukum.
Baca Juga :
Pihaknya hanya ingin meminta kepada Kejaksaan Negeri(Kejari) Kabupaten Maros untuk mengklarifikasi dan menyampaikan kepada massa aksi oknum kejaksaan tersebut di sebutkan identitasnya , karena pihaknya tidak mau ada penegak hukum yang berprilaku seperti manusia bersifat hewan meninggikan ego pribadinya di banding menjalankan amanah nya sebagai jaksa.

Sedangkan ketika perwakilan kejaksaan maros keluar untuk bertemu dengan massa aksi , tidak dapat memberikan penjelasan dan klarifikasi.
Muhammad iqram yang juga KetuaHPPMI Maros kom.UMI yang menjadi saksi dan melihat kejadian pemukulan tersebut , melihat reaksi perwakilan kejaksaan yang tidak dapat memberikan keterangan, memandang kejaksaan maros seolah-olah melindungi oknum kejaksaan tersebut
“Kami memperlihatkan vedio dan foto oknum kejaksaan yang anarkis tersebut kepada perwakilan kejaksaan yang mendatangi kami , tapi kejaksaan tidak mau mengkalrifikasi dan memberitahukan kepada kami ,padahal foto yang kami perlihatkan dia sedang menggunakan rompi kejaksaan jadi jelasnya kejaksaan menyumbunyikan oknum tersebut kepada massa aksi dan menahan-nahan jalan kasus ini” Tutur Ketua HPPMI Maros komisariat UMI. (Abadi)



Komentar