
MAKASSAR, Trotoar.id — Penanganan Jalan Aroepala, Makassar, terus dikebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui program Multi Years Project (MYP).
Setelah lapisan pertama selesai, ruas sepanjang 800 meter akan kembali diaspal dengan lapisan kedua setelah pekerjaan drainase rampung.
Pengaspalan dua lapis tersebut merupakan bagian dari penanganan Segmen I Jalan Aroepala.
Lapisan pertama sebelumnya telah dikerjakan untuk memastikan akses lalu lintas tetap berjalan, khususnya pada ruas yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Pemprov Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan pekerjaan tersebut memang dirancang dalam dua tahapan pengaspalan.
“Untuk ruas Aroepala segmen I, perencanaannya memang dua lapis. Lapis pertama telah dilaksanakan untuk memperlancar arus lalu lintas. Insya Allah, setelah pekerjaan drainase di ruas Aroepala selesai, akan dilanjutkan dengan lapis kedua beserta pengerjaan marka jalan,” kata Rosyadi, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, tahapan pekerjaan disusun dengan mempertimbangkan keterkaitan antara penanganan badan jalan dan pembangunan drainase.

Karena itu, pengaspalan lapis kedua dilakukan setelah pekerjaan drainase selesai agar seluruh elemen infrastruktur dapat ditangani secara terintegrasi.
Pekerjaan secara bertahap tersebut juga diharapkan dapat menjaga fungsi jalan selama proses pembangunan berlangsung. Masyarakat tetap dapat menggunakan ruas jalan, sementara pekerjaan konstruksi dilanjutkan sesuai tahapan teknis.
Rosyadi meminta pengguna jalan tetap berhati-hati selama pekerjaan berlangsung. Ia juga mengharapkan dukungan dan kesabaran masyarakat hingga seluruh rangkaian penanganan jalan selesai.
“Kami memohon kesabaran dan doa masyarakat agar seluruh pekerjaan berjalan lancar. Penanganan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan,” tuturnya.
Jalan Aroepala sendiri ditangani dalam dua segmen dengan metode konstruksi berbeda. Segmen I sepanjang 800 meter menggunakan konstruksi aspal, sedangkan Segmen II sepanjang 1 kilometer menggunakan konstruksi beton.
Perbedaan metode tersebut didasarkan pada hasil kajian teknis, karakteristik lokasi, serta pertimbangan terhadap ketahanan infrastruktur dan efisiensi penggunaan anggaran.
Secara keseluruhan, penanganan Jalan Aroepala mencapai 1,8 kilometer. Ruas tersebut masuk dalam Paket 1 program MYP Pemprov Sulsel senilai Rp487 miliar yang mencakup 13 ruas jalan di wilayah Makassar, Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman telah membuka seluruh ruas Jalan Aroepala untuk dilalui kendaraan setelah pekerjaan beton rampung dan memenuhi umur beton yang dipersyaratkan.
Dibukanya ruas tersebut menjadi bagian dari tahapan lanjutan penataan kawasan Jalan Aroepala. Pemerintah Provinsi Sulsel selanjutnya akan melanjutkan sejumlah pekerjaan pendukung secara bertahap, mulai dari median jalan, pedestrian, trotoar hingga pemasangan beton pracetak atau U-Ditch untuk saluran drainase.
“Jalannya sudah bagus. Kami harap masyarakat pengguna jalan juga semakin luas dan insyaallah kita akan mulai pembangunan lainnya secara perlahan,” jelas Andi Sudirman.
Dengan penyelesaian drainase dan pengaspalan lapis kedua, penanganan Segmen I Jalan Aroepala ditargetkan semakin mendukung kelancaran konektivitas Makassar-Gowa sekaligus memperkuat kualitas infrastruktur di kawasan tersebut.

