Kegiatan melibatkan siswa yang telah terpilih sebagai agen perubahan.
Program ini sendiri merupakan program kerja sama antara lembaga perlindungan anak dunia UNICEF, Yayasan Indonesia Mengabdi (YIM), serta pihak pemerintah dari Dinas Pembeedayaan P erempuan dan P erlindungan Anak (PPPA) provinsi dan kabupaten melalui fasilitator yang handal telah mengikuti training fasilitator pencegahan bullying dan tercatat resmi.
Salah seorang aktivis perempuan yang juga fasilitator Nurfadillah Yani S.S menjelaskan bahwa kegiatan ini dimulai hari ini dan jangka waktu akan berjalan selama tiga bulan ke depan
Mahasiswi Pascasarjana Universitas Hasanuddin ini mengungkapkan bahwa kabupaten Maros terpilih menjadi salah satu pilot project bersama kabupaten lain diantaranya kabupaten bulukumba, gowa, makassar, dan luwu.
Dilla sapaan akrab pemudi ini melanjutkan bahwa untuk pertama pihaknya memilih SMPN 1 Turikale Maros, alasannya karena sekolah merupakan tempat yang sangat rawan terjadi bullying
” Pendidikan seperti ini harus dari dini diajarkan, apalagi untuk anak SMP” ujarnya.
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menarik perhatian investor global di sektor energi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Komunitas Kawan UMKM…
This website uses cookies.