Nasional

Batas Toleransi Berakhir, 1.035 Napi di Minta Kembali ke Rutan dan Lapas

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Hingga batas waktu toleransi yang di berikan, oleh pemerintah, masih ada sekitar 1.031 Nara Pidana yang masih berkeliaran diluar dan belum kembali dan melaporkan keberadaanya pasca Gempa dan tsunami yang menghantam kota Palu dan sekitarnya.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementrian hukum dan Hak Asasi Manusia memperingatkan kepada para napi tersebut untuk segera melaporkan dan kembali kerutan dan lapas sebelum nantinya di berikan sanksi tegas.

“Kami menghimbau agar segera mereka yang sempat keluar untuk kembali ke lapas dan rutan di mana mereka berada sebelumnya di tahan,” kata Sesditjenpas Kemenkumham, Liberti Sitinjak melalui keterangan pers dikutip di laman CNN Indoneaia

Liberti mengungkapka, bila batas waktu yang di berikan telah berakhir, Toleransi waktu berada diluar lapas yang di berikan gara para warga binaan rutandan lapas untuk melihat kondisi keluarga mereka saat bencana alam melanda kota Palu, Donggala dan Sigi.

“Ada sanksi tegas bagi warga binaan yang melampui batas waktu satu minggu tidak melapor,” ujar Liberti,

Liberti menyebutkan di Rumah Tahanan (Rutan) Palu yang dihuni 465 napi, baru 119 napi yang melaporkan keberadaanya, sementara 23 bertahan, namun masih ada 433 napi yang belum diketahui keberadaanya.

Sedangkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kota Palu, dari 549 penghuni lapas, 130 orang yang telah melapor, akan tetapi masih ada 419 penghuni lapas masih berkeliaran diluar.

Sementara itu, lanjutnya khusus untuk dilapas Perempuan Palu, dari 88 penghuni
tercatat 44 orang yang belum melaporkan, sementara enam tahanan memilih bertahan di lapas dan 43 orang telah melaporkan keberadaanya.

Kemudian untuk lapas anak kota Palu yang menampung 29 orang. Baru satu napi yang kembali, 14 sudah melapor, dan sisanya yakni 13 belum diketahui keberadaanya

Lalu kondisi Cabang Rutan Parigi yang menampung 186 orang. Saat ini 105 orang sudah kembali, 72 orang melapor, tiga orang ditangkap Polres Parigi, dan enam orang masih kabur.

Rutan Donggala tercatat menampung 342 orang. Saat gempa ada 260 napi dan tahanan dikeluarkan. Lantas 253 orang kembali ke keluarga, tujuh orang tinggal di rumah dinas, 18 orang sudah melaporkan, sisanya belum diketahui.

MeakibdemikianLiberti, mengungkaokan jika kondisi sejumlah Lapas dan Rutan di Sulteng mengalaminpenurunan yang cukup berat akibat gempa.

Dia menyatakan jika pihaknya akan segera mendatangi kerusakan untuk selanjutnya melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan Lapas dan Rutan.

“Namun demikian menunggu pencabutan pernyataan resmi siaga satu dari pihak pemerintah daerah dan BMKG,” ujar Liberti.

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

Recent Posts

BAZNAS Bulukumba Sembelih 129 Ekor Kambing DAM Jamaah Haji, Didistribusikan ke Panti Asuhan dan Ponpes

BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Penyembelihan hewan DAM jamaah haji asal Kabupaten Bulukumba Tahun 1447 H/2026 M…

2 jam ago

Atasi Kelangkaan Gas Melon, Pemkab Luwu Salurkan Ribuan Tabung LPG 3 Kg Lewat Pasar Murah

LUWU, TROTOAR.ID – Upaya penanganan kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Luwu telah dilakukan melalui…

2 jam ago

Bupati Barru Hadiri Muscab Partai Hanura

BARRU, TROTOAR ID – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat…

2 jam ago

Bupati Bulukumba Paparkan Usulan Infrastruktur Kesehatan Primer di Kemenkes RI

Jakarta, Trotoar.id – Usulan pemenuhan infrastruktur kesehatan primer Kabupaten Bulukumba telah dipaparkan di hadapan Wakil…

2 jam ago

Skema Pembangunan Gedung Utama DPRD Sulsel Berubah, Direncanakan Dibangun 7 Lantai

Makassar, Trotoar.id -- Skema pembangunan Gedung Utama DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dilaporkan mengalami perubahan dari…

2 jam ago

Dari Daerah Persinggahan Menuju Destinasi Unggulan, Barru Perkuat Kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata

JAKARTA,TROTOAR.ID — Tekad Pemerintah Kabupaten Barru untuk bertransformasi dari sekadar daerah persinggahan menjadi destinasi wisata…

22 jam ago