Juru Bicaranya, M Rajab dengan tegas mengatakan hingga saat ini NasDem tetap solid untuk NH-Aziz di Pilgub 2018.
Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sulsel, M Rajab mengatakan, semestinya, Pemprov Sulsel tidak membuat surat edaran yang menghubungkan antara kejadian bencana dan perilaku manusia dalam budaya dan keadaban. Walaupun, dalam titik tertentu itu bisa dihubungkan, hanya saja bersifat spekulatif-subjektif.
“Inikan ranah agama. Dan itu sangat spekulatif subjektif. Konten suratnya juga hal yang seharusnya tidak diurus oleh Pemerintah Provinsi,” kata Rajab, Jumat (12/10/2018).
Kata Rajab, sebaiknya Pemprov Sulsel mengaitkan bencana gempa, tsunami dan likuifaksi dari sisi sains. Bukan pendekatan yang bersifat subjektif spekulatif.
“Ditambah lagi, perkara bentuk budaya yang berbau kesyirikan, ini hal yang sangat debatable. Apakah kita mau mengatakan ‘Maccera Tasi’ dalam ritus budaya orang Luwu itu, budaya yang berbau kesyirikan? Lalu, siapa yang punya otoritas untuk mensyirikkan suatu kebudayaan?,” lanjut juru bicara DPW Nasdem Sulsel ini.
“Saya minta kepada Pemprov Sulsel, agar lebih bisa melihat skala prioritas yang harus disikapi. Sebaiknya, pemrov bicara soal kemiskinan, pengangguran, honorer K2, dan pendidikan di daerah terpencil,” pungkas eks Ketua KPU Luwu Utara ini. (*)
JAKARTA , TROTOAR.ID — Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, sempat…
Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bergerak cepat merespons laporan warga di media sosial…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI)…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa profesi wartawan merupakan profesi terhormat…
This website uses cookies.