Ini Harapan Nurdin Abdullah di Expo Literasi dan Inklusi Keuangan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 21 Oktober 2018 11:43

Ini Harapan Nurdin Abdullah di Expo Literasi dan Inklusi Keuangan
TROTOAR.ID, MAKASSAR —  Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) hadir membuka Expo Literasi dan Inklusi Keuangan Industri Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dengan tema “Sinergitas Mendorong Percepatan Akses Keuangan” di Anjungan City of Makassar, Pantai Losari, Makassar, Sabtu (20/10).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Silampua) bekerjasama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (FKIJK Sulselbar) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulsel.

Terlihat hadir, Anggota DPR RI Amir Uskara, Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan sejumlah kepala daerah lainnya di Sulsel.

Nurdin Abdullah menilai, ide kegiatan ini merupakan gagasan cemerlang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam hal literasi dan terkait industri jasa keuangan dalam bentuk Expo.

Selain itu, pada kesempatan ini NA menyampaikan agar Sulsel memanfaatkan kenaikan dollar. “Di Sulsel pada tahun 1998 itu Sulsel menikmati kenaikan dollar,” sebutnya.

Ia juga meminta agar perbankan juga menyentuh daerah bukan hanya ibu kota kabupaten. Sulsel yang didominasi pesisir misalnya, dapat dimanfaatkan oleh lembaga tersebut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Ia melontarkan agar kedai pesisir untuk dikelola sendiri. Kedai ini bisa menghasilkan bibit rumput laut. Dimana melibatkan lembaga berkompeten. Termasuk dengan meningkatkan produktivitas. Beberapa produksi juga turun sementara permintaan naik.

“Kita belajar dan fenomena ini tidak akan berhenti dan jumlah penduduk dunia terus bertambah. Pasti kebutuhan terus bertambah,” sebutnya.

Melalui Expo ini, NA berharap menjadi terobosan untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong bagaiamana akses kredit bagi masyarakat.

“Saya senang hari ini kita sudah bicara soal sinergi dan terus kita gaungkan karena persoalan bangsa ini adalah ego sektoral,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keungan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Zulmi melaporkan perkembangan industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan.

“Hingga Agustus 2018 terus menunjukkan kinerja pertumbuhan yang baik, dengan tingkat risiko yang masih terjaga,” sebutnya.

Total aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi Agustus 2018 tumbuh 8,08 persen dengan nominal mencapai Rp141,55 triliun, ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 7,3 persen menjadi Rp91,79 trilliun, dan pertumbuhan kredit 6,67 persen dengan nominal Rp117,19 trilliun. Bahkan, pertumbuhan kredit double digit 11,11 persen berhasil dicapai oleh industri Bank Perkreditan Rakyat.

Penyaluran kredit perbankan tersebut telah menyasar pada kelompok UMKM dengan pangsa yang cukup tinggi 31,99 persen dari total kredit. Sejalan dengan itu, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Selatan hingga September 2018 telah mencapai Rp4,98 triliun atau 92,2 persen dari target Rp5,4 trilliun, dengan debitur berjumlah 207.861 UMKM, disertai rasio NPL yang sangat rendah hanya 0,15 persen.

Sejalan dengan itu, kinerja intermediasi perbankan Sulawesi Selatan terjaga pada level yang tinggi, tercermin pada indikator Loan to Deposit Ratio 126,60 persen dan tingkat risiko kredit bermasalah berada di level aman 4,45 persen.

Pada industri keuangan non bank, pertumbuhan ditopang oleh piutang perusahaan pembiayaan yang mencapai Rp12,23 triliun, pinjaman pergadaian Rp3,3 triliun, pinjaman Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Rp1,84 triliun, investasi Dana Pensiun Rp930,35 miliar, dan kredit modal ventura sebesar Rp46,2 miliar.

Pada industri pasar modal, capaian kinerja signifikan ditopang oleh pertumbuhan jumlah investor sebesar 52,68 persen menjadi 23.285 investor, disertai nilai transaksi mencapai Rp8,30 triliun yang tumbuh 75,95 persen.

Dari kegiatan ini juga dilaporkan bahwa sinergi 1.089.589 akses keuangan di Sulawesi Selatan di tahun 2018 dengan jumlah 4.581 akses kredit UMKM Fasilitas TPAKD, 199.588 akses kredit UMKM-KUR, 22.421 akses kredit UMKM-Non KUR, 7.213 akses KPR Bersubsidi, 2.289 akses kredit ultra mikro, 105.686 akses simpanan pelajar, 81.198 akses tabungan laku pandai, 7.563 akses saham dan reksadan, 350.427 akses pembiayaan multifinance, 21.890 akses asuransi mikro, 22.656 akses tabungan dan 264.048 akses uang eletronik.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah07 September 2026 19:31
El Nino Tak Mampu Bendung Sawah Sidrap! Padaloang Alau Panen 11,6 Ton Gabah per Hektare
SIDRAP, Trotoar.id — Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino tak serta-merta membuat produktivitas pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang ...
Daerah07 September 2026 19:28
Bupati Barru Beri Peringatan Keras 11 Anggota BPD PAW: Jangan Lukai Kepercayaan Rakyat!
BARRU, Trotoar.id — Sebelas anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pengisian Antar Waktu (PAW) Kabupaten Barru resmi dilantik. Namun, di balik pro...
Daerah07 September 2026 19:07
Tinjau Pembangunan Jalan Ujung Lamuru–Palattae, Warga Menangis di Hadapan Gubernur
Bone, Trotoar.id — Rasa haru Marlina, warga Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, yang tak menahan air mata saat menyapa Gubernur Sulawesi Selatan, A...
Metro07 September 2026 14:57
Wali Kota Makassar Buka Muscab HNSI: Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Reformasi Pasar Hasil Laut
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk membenahi struktur ekonomi masyarak...