Partai Gerindra

Menanam Politik di Generasi Muda, Vonny Ameliani Suardi Bicara Program Gerindra dan Prabowo

Awal Febri
Awal Febri

Minggu, 06 September 2026 18:39

Menanam Politik di Generasi Muda, Vonny Ameliani Suardi Bicara Program Gerindra dan Prabowo
4 / 100 Skor SEO

MAKASSAR, Trotoar.id — Politik tidak selalu dimulai dari panggung kampanye atau perebutan kursi kekuasaan. 

Di tangan generasi muda, politik bisa dimulai dari ruang belajar, tempat gagasan tentang negara, pemerintahan, dan pengabdian diperkenalkan.

Pesan itu yang coba dibangun politisi perempuan Partai Gerindra, Vonny Ameliani Suardi, saat memberikan materi dalam Diklat Laskar Muda Partai Gerindra Sulawesi Selatan.

Di hadapan anak-anak muda terpilih dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Vonny membedah program Partai Gerindra sekaligus program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Bagi Vonny, pembekalan tersebut bukan sekadar memperkenalkan program partai kepada kader muda. 

Lebih jauh, pendidikan politik menjadi ruang untuk membangun cara pandang generasi muda terhadap persoalan bangsa dan bagaimana mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

Dari interaksi dengan para peserta, Vonny mengaku melihat energi yang membuatnya optimistis.

Ia melihat semangat, keberanian untuk belajar, serta jiwa kebangsaan yang kuat dari para peserta Laskar Muda Gerindra.

Baca Juga  Dikukuhkan Jadi Ketua Gerindra Selayar, Natsir Ali:Warna Saya Sudah Jelas

“Saya melihat optimisme dan jiwa merah putih pada diri mereka. Saya semakin yakin, Indonesia dapat berbenah melalui tunas-tunas mudanya yang unggul dan paham permasalahan negara ini serta solusinya,” ujarnya.

Menurut Vonny, keterlibatan anak muda dalam politik tidak semestinya berhenti pada momentum pemilu. 

Generasi muda perlu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus mengetahui bagaimana kebijakan publik bekerja dan memberikan dampak bagi kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ruang pendidikan dan diskusi politik menjadi penting.

Para peserta tidak hanya diperkenalkan dengan program partai dan kebijakan pemerintahan, tetapi juga didorong untuk melihat jalur sosial dan politik sebagai salah satu ruang pengabdian kepada bangsa dan negara.

Diklat Laskar Muda Gerindra menjadi salah satu ruang untuk menyiapkan generasi baru dalam tubuh organisasi politik.

Anak muda tidak cukup hanya ditempatkan sebagai pendukung atau penggerak kegiatan politik. Mereka juga membutuhkan kapasitas untuk memahami persoalan publik, membaca perubahan, dan mengambil keputusan ketika kelak diberikan tanggung jawab.

Baca Juga  Hijrah ke Gerindra, Syamsuddin Kadir: Saya Kagum Sosok Prabowo Subianto

Di sinilah proses kaderisasi menjadi penting.

Politik membutuhkan regenerasi. Sementara regenerasi tidak bisa hanya mengandalkan pergantian usia, tetapi harus dibarengi dengan proses transfer pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kebangsaan.

Vonny melihat para peserta memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar di masa depan.

“Saya senang bisa memberikan pemahaman kepada mereka yang mau belajar dan ambil bagian memberi bakti kepada bangsa dan negara melalui jalur sosial dan politik,” katanya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar para peserta tidak berhenti setelah menyelesaikan diklat.

Ilmu yang diperoleh di ruang pelatihan harus dibawa ke tengah masyarakat. Pengabdian sosial menjadi salah satu cara menguji sejauh mana pengetahuan politik dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata.

Dari Laskar Muda ke Ruang Pengabdian

Menjadi bagian dari Laskar Muda Gerindra bukan berarti perjalanan selesai ketika pelatihan berakhir.

Justru setelah diklat, tantangan sebenarnya dimulai.

Para peserta akan berhadapan dengan masyarakat yang memiliki persoalan berbeda-beda. Mereka akan melihat langsung bagaimana kebijakan pemerintah menyentuh kehidupan warga, sekaligus menyaksikan persoalan yang tidak selalu selesai hanya dengan slogan politik.

Baca Juga  Lakukan Pengawasan APBD Vonny Ingin Pastikan Program Pemerintah Tepat Sasaran

Di titik itu, pemahaman yang mereka dapatkan selama diklat akan diuji.

Apakah mereka mampu memahami persoalan masyarakat?

Apakah mereka mampu menawarkan gagasan dan solusi?

Dan yang tidak kalah penting, apakah mereka mampu menjaga idealisme ketika memasuki ruang politik yang penuh dinamika?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi generasi muda yang kini mulai dipersiapkan.

Sebab, regenerasi politik tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari proses belajar, keberanian berdiskusi, kemauan memahami persoalan bangsa, dan kesiapan mengambil tanggung jawab.

Vonny pun menutup pesannya dengan sebuah ucapan yang sederhana, tetapi sarat makna bagi para kader muda yang baru memulai perjalanan politiknya.

“Selamat dan sukses, adik-adik. Selamat datang di Gerindra.”

Bagi para peserta, itu menjadi pintu masuk menuju perjalanan baru: belajar memahami politik, mengenal persoalan bangsa, dan suatu hari mengambil bagian dalam pengabdian melalui jalur sosial maupun politik.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Oktober 2026 21:57
Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Produksi dan Distribusi Pangan Sulampua
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi sekali...
Metro24 Oktober 2026 17:52
Sulsel Fest 2026 Hadirkan 60 UMKM, Sediakan 40 Stan Gratis
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Festival Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026 (Sulsel Fest) menghadirkan pel...
Metro24 Oktober 2026 16:46
Aliyah Mustika Ilham Resmikan Identitas Baru MOMTOMOMS, Dorong Perempuan Saling Menguatkan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi peran komunitas pe...
Metro24 Oktober 2026 13:49
Pj Sekda Sulsel Buka Musda III Permabudhi, Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, m...