Pertarungan Ponakan VS Paman dan Tante di Pileg, Siapa yang Untung?

Suriadi
Suriadi

Senin, 03 Desember 2018 00:38

Slogan Pemilu
Slogan Pemilu
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pemilihan legislatif 2019 nampaknya bukan saja menjadi pertarungan istri kepala daerah dan mantan kepala daerah serta incumbent, akan tetapi pertarungan di pileg akan datang juga menjadi perterungan keluarga yang sama-sama ikut bersaing dalam Pemilihan Legislatif (Pileg)

Seperti Indira Cundha Thita Syahrul yang harus melawan tantenya sendiri Tendri Olle Yasin Limpo dari partai yang sama NasDem, dan Ilam Fauzan Yang juga harus melawan Asrul Makkuraus Pamannya sendiri yang juga maju dipartai yang sama yakni PPP.

Mereka bukan saja bersaing di partai akan tetapi mereka juga bersaing di daerah Pemilihan yang sama, sehingga sejumlah kalangan beranggapan jika politik dinasti masih menjadi abadi dalam kontesk perpolitikan saat ini.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri ALauddin Makassar Firdaus Muhammad menilai, ikutnya Tante, Paman yang melawan ponakannya di pileg bukan hal yang cukup menguntungkan bagi mereka yang berhadap-hadapan.

“Jelas inilangkah politik yang melenceng, sebab akan merugikan mereka yang secara terang-terangan akan berhadapan di pileg, apalagi satu partai dan sama dapil,” ungkapnya

Andaikan kata dia pertarungan mereka ditingkatan yang berbeda maka hal itu akan menguntungkan mereka, namun jika pertarungan ditingkatan yang sama, partai yang sama dan dapil yang sama maka itu akan menimbulkan resiko yang cukup merugikan bagi mereka sendiri.

Mengingat kecendrungan masyarakat dalam menentukan pilihannya, bukan pada kans keluarga atau kelompok, akan tetapi masyarakat akan menentukan pilihannya pada kans atau vigur calon siapa yang layak dan tidak.

“Masyarakat kita saat ini sudah bosan dengan diperhadapkan isu politik dinasti, sehingga keikut sertaan paman, tante melawan ponakanya sendiri dipileg jelas menjadi kerugian yang cukup besar bagi mereka,” Ungkapnya

Bukan itu saja, mereka juga akan diperhadapkan dengan perebutan basis keluarga, yang mana bisa saja basis keluarga akan lebih memilih kandidat lain ketimbang mereka, hak itu untuk menghindari terjadinya konflik politik yang terjadi diantara mereka yang memperebutkan basis jaringan keuarga.

Seperti ILham Fauzan dan Asrul Makkaraus yang sama-sama maju di dapail Sulsel A yang terdiri dari 11 Kecamatan di Kota Makassar dianggap akan menguntungkan kandidat lain, mengingat karakter sikologi pemilih di Kota Makassar akan mempertimbangkan isu dinasti politik.

Namun dia menganggap hal itu semua tidak terlepas dari peran partai politik yang meloloskan mereka di daerah pemilihan yang sama, seharusnya parpol menempatkan di dapil yang berbeda meskipun ditingkatan yang sama. (Upi)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah28 Agustus 2026 22:23
KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.id — Sebuah produk kuliner tak pernah benar-benar lahir dari satu tangan. Di balik seporsi kue yang sampai ke meja pelanggan, ada pe...
Politik28 Agustus 2026 19:18
NasDem Sulsel Konsolidasi 257 Kader, Siapkan Strategi Hadapi Tahapan Pemilu 2027
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menghadapi tahapan Pemilu yang dijadwalkan bergulir mulai awal ...
Daerah28 Agustus 2026 17:15
Gubernur Andi Sudirman Lepas 500 Offroader, Pesan Jaga Lingkungan dan Keselamatan
MAKASSAR, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melepas sekitar 500 peserta Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V Tahun 2026 d...
Metro28 Agustus 2026 16:18
Munafri Ajukan Pembaruan Perda Aset Daerah, Tata Kelola Barang Milik Pemkot Makassar Diperketat
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong pembaruan tata kelola barang milik daerah untuk memperkuat kepastian hukum, ak...