TROTOAR.ID, MAKASSAR — Peran aktif kepala daerah untukikut menyuskeskan pemilu serentak pilpres dan pileg 2019 cukup diharapkan, namun tidak di harapkan jika kepala daerah ikut bermain dalam menentukan siapa yang nantinya dapat duduk sebagai legislator pada pemilu tahun depan.
Oleh karena itu Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrast Sulawesi Selatan Ni’Matullah Erbe berharap agar penyelenggara dalam hal ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan.
“Kami berharap bawaslu bisa melakukan pengawasan secara ketat terkait keterlibatan kepala daerah dalam pemilu senrentak, utamany melakukan intervensi kekuasaan,” ungkapnya.
Baca Juga :
Oleh karena itu, Bawaslu harus lebih proktif lagi dalam melakukan pengawasan termasuk Keterlibatan aktif kepala daerah mengkampanyekan peserta Pemilu baik pilpres maupun pileg yang kedepannya akan berdampak cukup besar dan berbahaya bagi kelansungan proses demokrasi.
“Ya kita tidak mau keterlibatan aktif kepala daerah adalam proses pemilu serentak ini mencederai jalannya proses demokrasi, termasuk meakukan intervensi kekuasaan. Itu yang rawan. dan bisa dalam bentuk institusional,” ujar Ni’matullah Erbe.
Ni’matullah berharap kepala daerah dan sejumlah ASN untuk bisa menjaga norma netralitas dalam proses pemilu, utamanya dalam mengawasai keterlibatan sejumlah kepala-kepala daerah, saat Pemilu.
Apa lagid iaktakannya keterlibatan kepala daerah dalam ikut menkampanyekan peserta pemilu baik pileg dan pilpres secara aktif kampanye, harus di beri ditindaki secara aturan.
“KPU dan Bawaslu harus lebih tegas dalam soal-soal itu. Yah, kita nda’ mau hasil Pemilu ini sedemikian buruk tidak merepresentasikan masyarakat, apa yang diharapkan rakyat. Tujuan Pemilu itu bagaimana mendapatkan hasil yang diinginkan rakyat,” pungkas wakil ketua DPRD Sulsel ini seperti dikutip sindonews




Komentar