
Makassar, Trotoar.id – Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan, Armin Mustamin Toputiri, menyerahkan sebuah lukisan karya pribadinya kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, usai pembukaan Musda XI Partai Golkar Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026).
Penyerahan lukisan tersebut berlangsung di sela-sela rangkaian pembukaan Musda dan menjadi salah satu momen yang menarik perhatian para peserta.
Bahlil menerima langsung karya seni tersebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol kekayaan budaya Sulawesi Selatan.

Lukisan yang dibuat Armin mengangkat tema keberagaman budaya Sulawesi Selatan dengan menampilkan dua sosok perempuan mengenakan pakaian adat khas dari dua etnis besar di daerah ini.
Salah satu figur dalam lukisan mengenakan Baju Bodo, busana tradisional masyarakat Bugis-Makassar yang menjadi ikon budaya Sulawesi Selatan.
Sementara figur lainnya mengenakan Baju Pokko, pakaian adat khas perempuan Toraja yang sarat dengan nilai sejarah dan filosofi.
Melalui karya tersebut, Armin ingin menggambarkan harmoni, persatuan, dan kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang menjadi identitas masyarakat lintas suku dan daerah.

Lukisan itu juga menjadi simbol bahwa semangat kebersamaan dan keberagaman merupakan modal penting dalam membangun daerah maupun memperkuat persatuan bangsa.
Bahlil Lahadalia tampak mengapresiasi pemberian tersebut dan menerima lukisan dengan penuh antusias sebelum melanjutkan agenda Musda bersama jajaran pengurus Partai Golkar.
Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan sendiri menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan memimpin Partai Golkar Sulsel untuk periode 2026–2031.
Selain agenda organisasi, pelaksanaan Musda juga diwarnai berbagai nuansa budaya yang mencerminkan identitas Sulawesi Selatan, termasuk melalui penyerahan lukisan karya Armin Mustamin Toputiri yang menjadi simbol penghormatan terhadap warisan budaya daerah.


Komentar