TROTOAR.ID — Kausus penculikan seorang siswa SMP AN (14) di Banjabari Kalimantan selatan, menjadi korban penculikan yang dilakukan oknum POlisi berpangkat, Brigadir Polisi Dua (Bripda) Andre Gunawan.
Dalam kasus penculikan tersebut ditemukan sejumlah fakta setelah kasus penculikan anak di bawah umur tersebut terkuak dan dialukan seorang oknum kepolisian.
Dalam aksi penculikan tersebut korban AN sempat mendapat ancaman kekerasan oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam.
Seperti di lansir suara.com, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Moch, kemarin menyampaikan, jika Bripda Andre (Pelaku) saat ini sudah tidak agi berdinas di Kotabaru sejak Desember 2018 lalu.
“Pelaku ini sudah tidak berdinas lagi di kota baru, pelaku juga sempat mengancam korban dengan menggunakan senjata tajam saat aksi penculikan dilakukannya. Dan pelaku saat ini sejak tanggal 25 Desember 2018 dia sudah meninggalkan satuan tanpa izin,” kata Rifai.
Aksi penculikan yang dilakukan pelaku, terjadi di depan sekolah Korban SMPN 5 Banjarbaru, dimana AN (Korban) hendak pulang ke rumah pada Rabu (9/1/2019) sore dicegat oleh pelaku.
Pelaku juga memminta uang tebusan kepada keluarga korban, dan setelah keluarga korban memenuhi permintaan pelaku, korban ditemukan dalam kondisi terikat setelah tak lama diculik oleh pelaku.
Dugaan sementara lanjutnya, Bripda Andre nekat melakukan penculikan terhadap siswi SMP dikarenakan dirinya terlilit utang.
“Pelaku memang banyak memiliki utang dengan masyarakat di Kotabaru,” jelasnya.
Saat menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Unit PPA Polres Banjarbaru pada Sabtu kemarin, Bripda Andre Gunawan sempat melarikan diri, dan saat berusaha kabur, Bripka Andre mengendarai mobil miliknya jenis Honda HRV.
Akibat dari pelarian dirinya petugas akhirnya melumpuhkan Bripda Andre dengan menggunakan timah panas yang mengarah ke bagian kaki.
Rifai juga menegaskan jika pihaknya juga sedang mendalami apakah ada dugaan kelalaian dari petugas sehingga Bripda Andre bisa melarikan diri saat dilakukan diperiksa di Polres Banjarbaru.
“Manakala nanti anggota-anggota yang bertugas saat itu lalai, maka tentu akan kita lakukan penegakan internal,” tegasnya.
LUWU, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui penataan organisasi…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Sekretariat DPRD Sulawesi Selatan mengusulkan pelaksanaan lelang tender untuk pembongkaran Gedung Utama…
JAKARTA, TROTOAR.ID— Dua pejuang lingkungan asal Sulawesi Selatan berhasil meraih Penghargaan Kalpataru 2026, yang merupakan…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) Sulawesi Selatan tingkat provinsi,…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulukumba meluncurkan program donor darah rutin setiap…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kepulauan Sangkarrang…