anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN, Nicholay,Foto: detikcom)
TROTOAR.ID — Ungkapan Joko Widodo yang menyatakan tidak mengeluarkan anggaran saat pilgub DKI lalu tidak mengeluarkan uang saat mencalonkan diri di Pilgub DKI Jakarta, langsung mendapat tanggapan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan mengungkapkan jika Jokowi pada pilgub DKI lalu meminta uang kepada adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.
Hal tersebut diungkapkan anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN, Nicholay, dirinya juga mengatakan jika pernyataan Jokowi pada debat capres malam tadi terkait tidak ada aggaran yang digunakan pada pilgub itu bohong, sebab Jokowi meminta uang kepada Hashim untuk maju di Pilgub DKI.
“Nga benar itu jika Jokowi bilang saat maju di pilgub DKI tidak menggunakan uang. Buktinya uang yang jumlahnya puluhan miliar sampai ratusan (miliar rupiah) yang di minta ke adik Prabowo apa? Jadi jika dikatakan Pilgub DKI tanpa biaya politik itu bohong. Saya saksi hidupnya dan ada beberapa teman saksi hidup. Kita yang mengantar duit itu, pakai tas keresek, lo,” tutut Nico dikutip detik.com.
Nico mengungkapkan, jika Jokowi pada 2008 lalu, meminta dirinya untuk di dipertemukan dengan Pak Hashim, disaat Jokowi berniat maju di Pilgub DKI. Akhirny Nico memperkenalkan Jokowi kepada Hashim. Pertemuan Jokowi dengan Hashim digelar di Loji Gandrung Solo, disitulah Jokowi mengungkapkan keinginannya maju di Pilgub DKI.
“Jadi begini, tahun 2008 Jokowi waktu itu dia (Jokowi red) mengundang saya ke Loji Gandrung (rumah jabatan Wali Kota Solo). Kemudian bicara-bicara. Terus dia minta supaya diperkenalkan dengan Pak Hashim, Setelah bertemua Hashim, Jokowi langung mengungkakan niatnya maju di PIlgub DKI,” kata Nico di Media Center BPN, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2019).
Dalam prosesnya, lanjut Nico Jokowi menyatakan jika dirinya tidak punya apa-apa. bahkan tak ada juga satu pun pengusaha yang mau memberi modal untuk pencalonan Jokowi pada pilgub DKI.
Hingga akhirnya Hashim mengambil alih semua pendanaan pilgub Jokowi di DKI, termasuk menyerahkan dukungan Gerindra sebagai kendaraan politik Jokowi maju dipilgub DKI bersama denga PDIP kala itu.
“Ketika itu Jokowi menyatakan dia tidak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa. Dan memang tidak ada satu pun pengusaha mana pun, baik pengusaha pribumi maupun pengusaha nonpribumi, yang mau mendukung Jokowi, sehingga Pak Hashim mengambil alih semuanya itu,” ucap Nico.
Lanjut Nico, usai pertemuan dengan Hasim di Solo, Jokowi pun kerap menemui Hashim di Jakarta, di kantor pak Hashim dan mengeluh ke Hashim terkait pendanaan pilgub DKI.
“Dia sering datang, kantornya Pak Hashim di Mid Plaza 2. Ketika itu intens datang ke Pak Hashim. Dan selalu datang itu dengan pengeluhan-pengeluhan. Akhirnya dibantu oleh Pak Hashim,” ujarnya.
Cerita itulah yang akhirnya membuat Nico menyebut Jokowi mengarang jika tidak ada biaya politik yang digunakan saat Pilgub DKI.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjuk sejumlah tokoh sebagai Tim Ahli Kegiatan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Koordinator Badan Musyawarah DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Saiful, menghadiri kegiatan launching…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Olimpiade Sains Madrasah (OSM) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 resmi digelar di…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) resmi meluncurkan program “Sidrap Free Stunting” melalui…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian Andi Amran…
This website uses cookies.