BPN: Sebut Tidak Benar Jokowi Tidak Gunakan Uang Di Pilgub DKI

Suriadi
Suriadi

Jumat, 18 Januari 2019 03:01

anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN, Nicholay,Foto: detikcom)
anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN, Nicholay,Foto: detikcom)

TROTOAR.ID — Ungkapan Joko Widodo yang menyatakan tidak mengeluarkan anggaran saat pilgub DKI lalu tidak mengeluarkan uang saat mencalonkan diri di Pilgub DKI Jakarta, langsung mendapat tanggapan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan mengungkapkan jika Jokowi pada pilgub DKI lalu meminta uang kepada adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.

Hal tersebut diungkapkan anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN, Nicholay, dirinya juga mengatakan jika pernyataan Jokowi pada debat capres malam tadi terkait tidak ada aggaran yang digunakan pada pilgub itu bohong, sebab Jokowi meminta uang kepada Hashim untuk maju di Pilgub DKI.

“Nga benar itu jika Jokowi bilang saat maju di pilgub DKI tidak menggunakan uang. Buktinya uang yang jumlahnya puluhan miliar sampai ratusan (miliar rupiah) yang di minta ke adik Prabowo apa? Jadi jika dikatakan Pilgub DKI tanpa biaya politik itu bohong. Saya saksi hidupnya dan ada beberapa teman saksi hidup. Kita yang mengantar duit itu, pakai tas keresek, lo,” tutut Nico dikutip detik.com.

Baca Juga  Kembali Survei LSI Denny JA Prediksi PPP dan NasDem Tak Lolos PT

Nico mengungkapkan, jika Jokowi pada 2008 lalu, meminta dirinya untuk di dipertemukan dengan Pak Hashim, disaat Jokowi berniat maju di Pilgub DKI. Akhirny Nico memperkenalkan Jokowi kepada Hashim. Pertemuan Jokowi dengan Hashim digelar di Loji Gandrung Solo, disitulah Jokowi mengungkapkan keinginannya maju di Pilgub DKI.

“Jadi begini, tahun 2008 Jokowi waktu itu dia (Jokowi red) mengundang saya ke Loji Gandrung (rumah jabatan Wali Kota Solo). Kemudian bicara-bicara. Terus dia minta supaya diperkenalkan dengan Pak Hashim, Setelah bertemua Hashim, Jokowi langung mengungkakan niatnya maju di PIlgub DKI,” kata Nico di Media Center BPN, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2019).

Baca Juga  Peringati 1 Desember, OAP: Cabut Perpanjangan Otsus dan Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri bagi Bangsa West Papua!

Dalam prosesnya, lanjut Nico Jokowi menyatakan jika dirinya tidak punya apa-apa. bahkan tak ada juga satu pun pengusaha yang mau memberi modal untuk pencalonan Jokowi pada pilgub DKI.

Hingga akhirnya Hashim mengambil alih semua pendanaan pilgub Jokowi di DKI, termasuk menyerahkan dukungan Gerindra sebagai kendaraan politik Jokowi maju dipilgub DKI bersama denga PDIP kala itu.

“Ketika itu Jokowi menyatakan dia tidak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa. Dan memang tidak ada satu pun pengusaha mana pun, baik pengusaha pribumi maupun pengusaha nonpribumi, yang mau mendukung Jokowi, sehingga Pak Hashim mengambil alih semuanya itu,” ucap Nico.

Baca Juga  Resmi 16 Parpol Daftar Bacaleg di KPU

Lanjut Nico, usai pertemuan dengan Hasim di Solo, Jokowi pun kerap menemui Hashim di Jakarta, di kantor pak Hashim dan mengeluh ke Hashim terkait pendanaan pilgub DKI.

“Dia sering datang, kantornya Pak Hashim di Mid Plaza 2. Ketika itu intens datang ke Pak Hashim. Dan selalu datang itu dengan pengeluhan-pengeluhan. Akhirnya dibantu oleh Pak Hashim,” ujarnya.

Cerita itulah yang akhirnya membuat Nico menyebut Jokowi mengarang jika tidak ada biaya politik yang digunakan saat Pilgub DKI.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik29 Oktober 2026 15:36
Usman Marham Turun Kawal Musda Golkar Pinrang dan Enrekang, Pastikan Konsolidasi Sesuai Juklak
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kabupaten Pinrang dan Enrekang yang dijadwalkan berlangsung ...
Parlemen28 Oktober 2026 20:49
Perjuangkan Hak Daerah atas Keuntungan Tambang, Pansus DPRD Sulsel Temui Kementerian ESDM
JAKARTA, Trotoar.id — Sulawesi Selatan tidak boleh hanya menjadi wilayah eksploitasi sumber daya alam tanpa memperoleh manfaat yang optimal bagi pem...
Metro28 Oktober 2026 20:34
Naoemi Octarina Dukung Sekolah Rakyat, Perkuat Akses Pendidikan dan Masa Depan Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai ketimpangan sosial dan membuka peluang masa depan yang lebih ba...
Daerah28 Oktober 2026 17:08
Barru Bidik Investasi Rp1,7 Triliun, Sekda Teken LoI Pembangunan Pabrik Bawang Putih
MAKASSAR, Trotoar.id — Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, membidik peluang investasi senilai Rp1,7 triliun melalui rencana pembangunan pabrik pengol...