Mengejutkan, Edy Rahmayadi Mundur Dari Jabatan Ketum PSSI

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Senin, 21 Januari 2019 03:52

Mengejutkan, Edy Rahmayadi Mundur Dari Jabatan Ketum PSSI

TROTOAR.ID, JAKARTA – Ketua Umum PSSI mengambil keputusan yang sangat mengejutkan. Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya.

Hal itu disampaikan Edy saat membuka Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali pada Minggu (20/1/2019). Dengan kemunduran ini, dia membuktikan bahwasanya dirinya tidak haus akan kepemimpinan.

Tuntutan agar mantan Pangkostrad itu untuk menanggalkan jabatan Ketum PSSI memang banyak digaungkan oleh pecinta sepakbola tanah air. Hal itu juga tak lepas dari jabatan Edy yang kini sebagai Gubernur Sumatera Utara.

“Jangan kalian berpikir bahwa Edy Rahmayadi mentang-mentang. Tidak! Saya ada di sini karena cinta sama PSSI. Hanya orang-orang pengkhianat sama PSSI ini yang mau berbicara tanpa dasar PSSI,” tegas Edy.

“Demi PSSI berjalan dan maju, makanya saya nyatakan hari ini saya mundur dari Ketua Umum PSSI. Dengan syarat jangan khianati PSSI. Jangan karena satu hal yang lain kita bercokol merusak rumah besar kita, warisan leluhur kita,” tambahnya.

Menurutnya, keputusannya itu telah dipertimbangkan dengan matang. Dia mengakui mundurnya dari PSSI bukan karena tidak bertanggungjawab.

“Ini semua saya lakukan dalam kondisi sehat wal afiat. Bertanggung jawab lah kalian. Saya mundur bukan tidak bertanggung jawab, tapi karena saya bertanggung jawab,” katanya.

Lebih lanjut, Edy menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan PSSI kepada wakil ketua umum, Joko Driyono. Itu memang sesuai dengan yang tertera di Statuta PSSI.
 
“Sesuai dengan aturan organisasi, ketika  ketua umum mundur maka wakil ketua umum yang menggantikan. Silakan  maju ke depan Pak Joko. Wakil Ketua Umum PSSI mengemban tugas sampai batas waktu yang diagendakan setelah ini,” tuturnya.

Edy kemudian menyerahkan bendera PSSI kepada Joko Driyono sebagai simbol estafet kepemimpinan di tubuh federasi tertinggi sepakbola dalam negeri itu. Selanjutnya, Edy berpesan kepada peserta kongres yang memiliki hasrat menjadi ketua umum menggantikan dirinya, untuk mendaftarkan diri sesuai prosedur yang ditentukan. 

“Kalau mau jadi ketua daftar yang baik. Ini jabatan suci. Kalau ada yang berfikir ingin kaya dengan menjadi ketua PSSI, hentikan. Karena PSSI bukan untuk itu,” jelasnya.

“Sama seperti voters dan Asprov dengan kekurangannya berbuat untuk semua. Saya serahkan bendera ini. Detik ini saya sah (bukan lagi Ketum PSSI). Saya serahkan kepemimpinan ini untuk dilanjutkan. Saya tidak mau ada yang mengkhianati keputusan saya ini. Saya mohon maaf apabila ada kata yang tak tepat, perbuatan tak baik. Saya manusia biasa. Saya berbuat terbaik, tapi inilah kemampuan saya. Bersatu kalian besarkan PSSI kita,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro09 Agustus 2026 23:03
Si Jago Merah Mengamuk di Nipah Mall, Damkar Berjibaku Padamkan Api
MAKASSAR, Trotoar.id — Kebakaran menghebohkan pengunjung dan pekerja di Nipah Mall, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Minggu (9/8/2026) malam. Ap...
Metro09 Agustus 2026 18:48
Karebosi Jadi Panggung Utama, Pemkot Makassar Matangkan Semarak HUT ke-81 RI di 15 Kecamatan
Makassar, Trotoar.id — Semangat merah putih mulai dikobarkan Pemerintah Kota Makassar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan ...
Metro09 Agustus 2026 16:23
Aliyah Mustika Ilham Dorong Kesempatan Kerja Inklusif: Disabilitas Bukan Batas untuk Berkarya
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesempatan kerja yang adil tidak boleh berhenti pada mereka yang memiliki kondisi fisik tanpa hambatan. Pemerintah dituntut m...
Politik09 Agustus 2026 16:13
Belum Dilantik, Calon Pengurus Golkar Sulsel Tancap Gas Konsolidasi ke Daerah
MAKASSAR, Trotoar id — Belum resmi dilantik, jajaran pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ketua Terpilih sekaligus Ke...