Hadiri Istighosah Kebangsaan NA Minta Kawal Pemilu Damai

Suriadi
Suriadi

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Hadiri Istighosah Kebangsaan NA Minta Kawal Pemilu Damai

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah (NA) menghadiri acara Istighosah Kebangsaan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulsel, di Lapangan Karebosi, Minggu (10/2).


Acara ini dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin, Anggota DPR RI Majelis Pembina Nasional PMII Andi Jamarro Dulung, Rais Syariah NU (Perintis PMII Sulsel) AGKH Sanusi Baco, Ketua NU Sulsel Hamzah Harun Ar-Rasyid, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, serta Pimpinan Istihosah Kebangsaan Habib Alwi Bafaqi.

AGKH Sanusi Baca membacakan doa pembuka di awal istighosah. “Istighosah artinya meminta pertolongan pada Allah SWT,” sebutnya.

NA mengatakan, kegiatan ini merupakan doa untuk penyelenggaran Pilpres dan Pileg pada 17 April mendatang berjalan baik.

“Intinya adalah mari kita bersama-sama menjadikan Pileg dan Pilpres ini sebagai festival gagasan untuk kemajuan Indonesia. Bukan untuk menyebarkan kebencian, fitnah dan hoaks,” pesannya.

Lanjutnya, Islam adalah Rahmatan Lil’alamin sebagai pembawa rahmat dan kesejahteraan. Tidak mengajarkan saling menghujat dan membenci. Termasuk kepada pemimpin, wajib untuk dihormati.

Ia juga menyampaikan beberapa kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia, termasuk di Sulsel. Hal ini menjadi pelajaran agar tetap selalu menjaga Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam).

Kepada PMII, gubernur berharap dapat menjadi pengawal demokrasi. Masyarakat juga menjadi benteng dan penetralisir hoaks.

“Pesan saya, PMII harus menjadi benteng pertahanan negara kita,” ujarnya.

Sementara, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin, menyampaikan, kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kondisi ditengah masyarakat saat ini berlangsung aman dan kondusif.

“Alhamdulillah sampai sekarang keadaan masyarakat di Sulsel dalam keadaan aman dan kondusif,” pungkasnya.

Dia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi. Selalu mengedepankan nilai asah, asih dan asuh, dengan landasan moralitas kebersamaan dan kekeluargaan.

“Hindari ujaran kebencian, hindari saling menjelekkan, hindari hasutan, hindari provokasi, hindari fitnah, karena semuanya akan melemahkan kita semua, hanya akan melemahkan umat Islam dan bangsa kita,” harapnya.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, menilai, NA telah mampu mempersatukan masyarakat. “Belum satu tahun memimpin tetapi sudah terasa persatuan kita di Sulsel, beliau adalah Bapak Gubernur Nurdin Abdullah,” sebutnya diawal sambutanya.

Dengan Istighosah, akan mempersatukan dan menjadi semangat menjaga bangsa ini. “Mari menjaga persatuan, karena persatuan amatlah mahal,” ujarnya.

Sedangkan, Majelis Pembina Nasional PMII Andi Jamarro Dulung, atas nama majelis pembinaan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Berharap PMII menjadi juru damai dan tidak menyebarkan hoaks.

“Dengan hoaks masyarakat dijejali dengan pikiran terbalik,” ujarnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik01 Agustus 2026 17:57
Formatur Rampungkan 80 Persen Struktur DPD I Golkar Sulsel, Keterwakilan Perempuan Jadi Prioritas
MAKASSAR, Trotoar.id – Tim Formatur penyusunan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan terus menuntaskan ...
Politik01 Agustus 2026 17:11
Struktur DPD I Golkar Sulsel Hampir Rampung, Ilham Arief Sirajuddin Pastikan Keterwakilan 30 Persen Perempuan
MAKASSAR, Trotoar.id – Tim Formatur penyusunan kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terus mengebut finalisasi struktur organisasi untuk...
Parlemen01 Agustus 2026 17:07
Andi Iwan Darmawan Aras Tinjau Pembangunan Stadion Sudiang, Target Rampung 2027
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), meninjau langsung progres pembangunan Stadion Sudiang di Makassar...
Metro01 Agustus 2026 16:04
Dari Halaman Rumah, Gerakan Pak Udin Menginspirasi Makassar Kelola Sampah Organik
Makassar, Trotoar.id – Di tengah padatnya permukiman Kota Makassar, sebuah rumah sederhana membuktikan bahwa perubahan besar tidak selalu lahir dari...