Maksimalkan Ketahanan Nasional, Bela Negara Digalakkan

0
83

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Indeks Ketahanan Nasional Indonesia masih belum maksimal dan masih pada tahapan menengah. Butuh implementasi aksi untuk menumbuhkan jiwa dan semangat patriotisme, cinta tanah air serta bela negara yang memicu indeks ketahanan nasional semakin meningkat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2018 yang diinisiasi oleh Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).

Inpres tersebut terkait Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019. Inpres ini cukup massif disosialisasikan ke daerah. Salah satunya seperti digelarnya Forum Dialog Peningkatan Kesadaran Bela Negara dalam Rangka Penguatan Karakter Bangsa, Rabu (13/2) di Hotel Singgasana Makassar.

Baca Juga  IMB: Pergantian Indah Bukan Karena Adanya Konflik, Tapi Gerindra Ingin Indah Fokus Urus Rakyat

Kegiatan itu dibuka langsung Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo.
Kegiatan itu diikuti perangkat daerah Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dari berbagai provinsi di tanah air.

Soedarmo mengatakan Inpres ini perlu disosialisasikan karena baru terbit. Dia menekankan, jika selama ini, pola pikir masyarakat selalu mengaitkan militerisme dengan agenda bela negara. Hal inilah yang harus dihilangkan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan jiwa bela negara. Salah satunya, dengan menanamkan benih cinta tanah air. Dia menekankan, jika jiwa dan semangat bela negara lemah, maka berdampak pada menurunnya nasionalisme.

Baca Juga  Caleg Nasdem Milih Perkuat Basis Jelang Pileg 2019

“Kalau lemah, negara akan mudah dihancurkan dari berbagai aspek,” ungkap Soedarmono.

Sebagai ujung tombak dalam mengimplentasikan agenda bela negara ini, para aparat negara menjadi garda terdepan. Kesbangpol yang menjadi komponen terdepan dalam masalah bela negara.

Kepala Badan Kesbangpol Sulsel, Asmanto Baso Lewa sebagai tuan rumah mengemukakan, untuk memaksimalkan rencana aksi Inpres Nomor 7 Tahun 2018, butuh dukungan penuh dari pemerintah pusat, terutama dari segi pendanaan.

Baca Juga  Publiq Cafe Makassar Terang Terangan Langgar Aturan, Disperindag Takut ?

Dalam persoalan kekinian, kata Asmanto, metode bela negara bisa dimasukkan dalam aktifitas sederhana di kehidupan sehari-hari.

“Kalau penerapan, jika anggaran ada tentu rencana aksi bisa dilakukan. Konsep bela negara sebenarnya sudah ada. Tinggal mau diharmonisasikan. Ke depan akan kita sesuaikan,” ungkap Asmanto.

Apalagi, lanjut dia, sebelum Inpres Nomor 7 Tahun 2028 keluar, pemerintah terlebih dahulu sudah mengeluarkan Permendagri Nomor 38 Tahun 2011.(*)