Categories: NasionalpemiluPolitik

Tiga IRT Jadi Korban “Kekejaman” Politik

TROTOAR.ID, — Tiga ibu rmah tangga harus menjadi korban “kekejaman ” politik dalam proses pemilihan Presiden dan wakil Presiden yang menyisahkan waktu sekitar 50 hari lagi.

Ketiganya kini harus meninggalkan sanak keluarga anak dan suami untuk sementara waktu, lantaran pihak kepolisian menahan dan menetapkan tiga ibu rumah tangga tersebut sebagai tersangka dalam kasus dugaan kampanye hitan yang dilakukan ketiga ibu rumah tangga tersebut.

Ketiga ibu rumah tangga tersebut adalah, ES, IP, dan CW, ketiganya di jerat pelanggaran UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU N0.1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Penetapan ketiganya jadi tersangka dilakukan oleh pihak kepolisian Polda Jawa Barat yang disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Selasa (26/2).

Penetapan ketiga ibu rumah tangga tersebut sebagai tersangka, setelah polisi menemukan bukti yang cukup untuk menjerat ketiganya dalam pelanggara UU dan menyandang status tersangka.

“Kita sudah ada device masing-masing pihak. Perannya ada dua orang memberikan suatu kata-kata dalam video tersebut dan ada mengupload melalui medsos. Kemudian itu nanti akan ditranskrip,” ujar Trunoyudo dikutip kumparan.com

Polisi saat ini juga akan memeriksa beberapa saksi dan ahli terkait kasus yang megakibatkan ibu Rumah Tangga Tersebut sebagai korban dalam momentum politik, bahkan polisi juga kini masih terus mengumpulkan barang bukti.

“Kita sudah lihat video tersebut, kami juga akan minta keterangan dan pendapat ahli hukum pidana juga dengan ahli ITE. serta ahli bahasa yang dimaksud termasuk perkembangan pendapat ahli,” urainya.

“Kemudian nanti bagaimana ke depannya terhadap kasus ini apakah ada saksi lain, apakah ada nanti keterkaitan dengan kelompok lain itu nanti kita akan lihat menurut keterangan dan alat bukti lainnya,” sambung dia.

Video ketiga ibu yang jadi tersangka itu viral saat melalukan kampanye door to door yang dilakukannya, dimana ungkapan kampanye hitam disampaikannya dihadapan warga.

Suriadi

Share
Published by
Suriadi
Tags: Pilpres 2019

BERITA TERKAIT

Sekretaris Kwarcab Sidrap Buka Musyawarah Ranting Baranti 2026

SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026…

13 jam ago

Di Pelantikan HDCI, APPI Tawarkan Makassar sebagai Pusat Touring Nasional

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun…

13 jam ago

Pesan Wabup Nurkanaah untuk Wisudawan UT: Berikan Kontribusi Terbaik bagi Daerah

SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda…

13 jam ago

Makassar Tembus Peringkat Nasional Kota Toleran

MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…

13 jam ago

Tepat di Hardiknas, Andi Amran Sulaiman Kembali Pimpin IKA Unhas Periode 2026–2030

MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…

17 jam ago

Mubes IKA Unhas: Andi Amran Sulaiman Kantongi Dukungan 84,5 Persen

MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas),…

21 jam ago

This website uses cookies.