
TROTOAR.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah siap sediakan karpet merah untuk dunia usaha.
Gubernur kedua yang bergelar Profesor setelah Profesor Amiruddin ini mengaku, Pemerintah Provinsi (Pemprov) harus hadir untuk memberikan kemudahan, jangan pengusaha menjadi sapi perah, kalau demikian mati dunia usaha.

“Kita mau karpet merah buat dunia usaha, kalau ada apa-apa cepat sampaikan kita cari solusi. Jangan justru masalah kecil terus dipersulit macam-macam. Karena kita tahu dunia usaha dia menyumbang pertama kenaikan devisa melalui pajak,” ungkapnya usaia membuka kegiatan Rarodra Apindo Sulsel, di Hotel Claro Makassar, Senin (18/3).
Selain meningkatkan devisa, dunia usaha juga diyakinya akan menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat khususnya di Sulsel. Terlebih setiap tahunya devisa dari dunia usaha terus mengalami peninhkatan.
“Kedua dunia usaha menciptakan lapangan kerja. Tapi kalau terus dipepes terus, diperas-diperas terus, siapa yang mau bertahan,” tegas bupati Bantaeng 2008-2018 itu.
Untuk mengetahui bagaimana perkembangan dunia usaha yang nampak saat ini, orang nomor satu di Sulsel sekaligus sosok pekerja keras ini mencontohkan bagaimana perusahan dunia seperti Yoyata yang melibatkan perusahaan lain untuk ikut membuat komponen lain untuk Yoyota.

“Ketiga adalah kita coba melihat bagaimana model manejemen toyota. Toyota itu tidak lagi memproduksi komponen tapi suplayernya yang dibesarkan jadi banyak industri – industri yang berkembang, jadi jangan monopoli,” jelas sosok dengan sejuta karya itu.
Bukan Nurdin Abdullah namanya jika tidak memiliki ide berlian untuk mendorong kemajuan sebuah daerah. Terlebih untuk provinsi Sulsel yang dipimpinnya selama 5 tahun kedepan.
“Jadi kita produsen minyak kelapa, kita tanam kelapa, kita panjat, kita parut sendiri. Harusnya bukan demian, kalau bisa siapa yang suplai kelapanya, siapa yang menyuplai energinya, harus dibagi-bagi supaya ringan kerjanya,” pungkas alumnus Unhas Makassar itu.


Komentar