TROTOAR.ID, MAKASSAR — Sejumlaj halte Bus Way yang terbengkalai di sejumlah wilayah selama ini rupanya menjadi sorotan dan incaran pihak penyidik direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirtreakrimsus) Polda Sulsel
Kasubdit Tipikor Polda Sulsel Kompol Yudha Wiradjati, dimana tin penyidik saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait pembangunan Halte Busway yang terbengkalai tersebut, termasuk spesifikasi pembangunan halte BRT.
“Penyidik saat ini tengah melakukan penyelidikan akan spesifikasi bahan yang digunakan membangun Halte, yang kinibm terbegkalai,” Ungkap Kompol Yudha.
Yudha juga mengaku pembangunan Halte sebanyak 150 unit menggunakan anggaran APBD di tahun 2015, 2016 ,dan 2017 dengan total anggaran Rp 20 Miliar lebih.
Apa lagi katanya kualitas bahan yang di gunakan diduga tidak sesuai mutu, jika dibandingkan dengan kualitas bahan pembangunan halte yang di lakukan sebelumnya
“Ada dugaan kualitas bahan tidak sesuai dengan kualitas bahan pada halte yang di bangun sebelumnya, sehingga kita tunggu saja dulu hasil Pulbaketnya, ” Tambahnayb
Diketahui, dari 150 halte yang tersebar di sejumlah wilayah Mamminasata, anggaran lebih dari Rp20 miliar, dan pembangunan bertahap sejak 2015. Sedangkan untuk anggaran tahun 2016 sebesar Rp9,7 miliar, dan tahun 2017 Rp6,7 miliar.
Halte yang dibangun menggunakan anggaran APBD Pemrov Sulsel, kini bagi akan besi tuang yang berada di bibir jalan, dan halte yang awalnya akan di gunakan untuk penantian bus, kini beralih menjadi lokasi dagangan sejumlah pedagang.




Komentar