Seleksi Pj Walkot Makassar, NA: Model Baru Belum Pernah Dilakukan

Suriadi
Suriadi

Kamis, 18 April 2019 19:07

Seleksi Pj Walkot Makassar, NA: Model Baru Belum Pernah Dilakukan

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Sebanyak tiga orang calon Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar memaparkan program kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel di Kantor Gubernur, Kamis (18/4) siang.

Mereka terpilih setelah melalui rangkaian seleksi dari 14 orang pejabat Pemprov Sulsel. Mereka adalah Plt Bapenda Sulsel Denny Irawan, Kepala Balitbanda Sulsel Iqbal Suhaeb dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Zulkaf Latif.

“Saya kira ini model baru yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Kenapa ini dilakukan supaya betul-betul Pj ini bisa bekerja secara efektif dan tidak hanya sekedar menjalankan roda pemerintahan tetapi inovasinya kita tunggu,” kata Nurdin Abdullah.

Seleksi yang dilakukan di Baruga Lounge ini disaksikan langsung oleh awak media. Gubernur berharap dapat dinilai langsung dan transparansi ada dalam proses seleksi ini.

“Saya berharap prosesi ini kita sama-sama ikut menilai. Saya berupaya membangun trasnparansi. Kita menunjuk orang bukan berdasarkan like or dislike (suka atau tidak suka), tetapi tetapi berdasarkan kemampuan,” sebutnya.

Selain Penjabat Wali Kota harus mencari solusi dari berbagai persoalan, NA juga menekankan sebagai Gubernur juga punya tanggungjawab untuk Kota Makassar. Jadi untuk penjabat ini diharapkan dapat bekerja sesuai aturan dan kewenanganga.

“Ada hal-hal strategis yang diputuskan oleh Gubernur, jadi jangan berjalan tanpa weser, itukan bahaya. Makanya penting kita ingin mendengarkan seperti apa rencana ke depan di Pemkot,” uajrnya.

Jika ketiganya layak, maka gubernur akan mendorong kentiga nama ini dikirim ke Kemendagri.

Masing-masing peserta diberi waktu 10 menit. Selanjutnya Gubernur-Wagub memberikan tanggapan. Adapun peserta pertama yang memaparkan rencana kerjanya adalah Denny Irawan dalam pemaparan berjudul “Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Kota Makassar Tahun 2020”. Denny diantaranya ingin menjadikan Makassar sebagai barometer pelayanan publik di KTI (integrasi pelayanan mall publik) dan menjadikan Makassar kota yang bersih.

Kemudian Iqbal Suhaeb dengan judul pemaparan “RUN Makassar (Clean, Comfort and Continuity) dengan program strategis diantaranya, melakukan rekayasa lalu lintas dan parkir. Serta pelayanan publik dan penegakan hukum bagi warga kota Makassar

Sementara, Zulkaf dengan judul pemaparan “Gagasan Dalam Rangka Pengembangan Kota Makassar”. Ia ingin diantaranya menjaga keberlangsungan pemerintahan yang kondusif, berkelanjutan dan berkemajuan. Serta meningkatkan pelayanan ketersedian air bersih.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi, Prof Yusran Yusuf menyampaikan bahwa nama ini akan dikirim secepatnya sebelum 8 Mei atau sebelum Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengakhir masa jabatan.

“Gubernur dan Wagub akan mendiskusikan dan akan dikirim tiga nama kalau melihat OK,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ketiga nama ino terpilih dari enam besar sebelumnya, adapun urutannya berdasarkan peringkat di enam besar. Yakni, Denny Irawan, Iqbal Suhaeb, Zuklaf Latief, Sukarniaty Kondolele (Kepala Disdukcapil), Irman Yasin Limpo (Kadis Pendidikan) dan Ahmadi Akil (Kadis Perindustrian).

“Itu enam besarnya, nilai tertinggi 83, kemudian di bawahnya beda beda sedikit,” jelasnya.(*)

=======
Gubernur Sigap Beri Air Minum Peserta Seleksi Penjabat Wali Kota Makassar

NA: Ada Stylenya Jokowi, Ada Stylenya Prabowo

MAKASSAR — Setiap orang atau pemimpin memiliki gaya berpidato atau menyampaikan pendapat berbeda-beda, termasuk pada saat seleksi Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (18/4) siang.

Ketiga calon Pj tersebut adalah Plt Bapenda Sulsel, Denny Irawan, Kepala Balitbanda Sulsel, Iqbal Suhaeb dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Zulkaf Latif. Ada yang dengan tenang menyampaikan gagasan ada juga yang berapi-api.

Ada kejadian menarik, saat Zulkaf sedang menyampaikan gagasan. Ditengah pidatonya yang bersemangat, berapi-api dan kadang diselingi humor, merasa haus, Ia meminta air minum.

Secara spontan, karena air yang diminta belum datang, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah kemudian berdiri dan memberikan air minum yang ada di depannya. Hal ini mengundang tawa dan tepuk tangan dari hadirin yang hadir termasuk awak media.

Ketiganya menyampaikan gagasan selama 10 menit, gubernur dan wakil gubernur juga memberikan tanggapan.

“Saya jadi teringat debat Capres, ada stylenya (gaya) Jokowi, ada stylenya Prabowo, beda-beda style,” kata Nurdin Abdullah.

Dalam tanggapannya, NA menyampaikan ketiganya memberikan pemaparan dan rencana program dengan bagus. Jika diberikan kepercayaan akan sama baiknya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, para calon ini jika terpilih dapat fokus mengerjakan program dalam 20 bulan selama menjabat. Ia berharap bagaimana efektivitas anggaran bisa dilakukan dan tuntas dikerjakan. Ketiganya dinilai berkarakter untuk menjadi Penjabat Wali Kota.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik04 Agustus 2026 12:40
Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga Dikabarkan Dikukuhkan sebagai Ketua DPC Gerindra Enrekang
MAKASSAR, Trotoar.id – Bupati Enrekang, Muhammad Yusuf Ritangnga, dikabarkan akan dikukuhkan sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Enrekang da...
Metro04 Agustus 2026 12:17
Pakar Lingkungan UNIFA: Pilah Sampah Jadi Kunci Menyelamatkan Kota Makassar dari Krisis Lingkungan
MAKASSAR, Trotoar.id – Kebijakan pemilahan sampah dari sumber dinilai menjadi solusi paling mendasar untuk menyelamatkan Kota Makassar dari ancaman ...
Politik04 Agustus 2026 12:11
Empat Kepala Daerah Resmi Pimpin Gerindra di Sulsel, Sufmi Dasco Kukuhkan Ketua DPC Baru
MAKASSAR, Trotoar.id – Partai Gerindra kembali melakukan penguatan struktur organisasi di Sulawesi Selatan. Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Prof. ...
Parlemen03 Agustus 2026 20:32
Serapan APBD Sulsel Baru 41 Persen, Banggar DPRD Soroti Rp6,2 Triliun Anggaran Masih Mengendap
MAKASSAR, Trotoar.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mulai memberi perhatian serius terhadap rendahnya realisasi Anggaran ...