Peringatan Hari Buruh di Bandung Ribut, Wartawan Jadi Korban

Suriadi
Suriadi

Rabu, 01 Mei 2019 19:36

Peringatan Hari Buruh di Bandung Ribut, Wartawan Jadi Korban

TROTOAR.ID, — Aksi hari Buruh Internasional yang digelar di kota Bandung Jawa Barat berakhir dengan kerusuhan, bahasnya lagi kerusuhan yang terjadi di Kota kembang tersebut melukai sejumlah awak media yang sedang melakukan peliputan.

Dua wartawan dari Tempo, Prima Mulia (Fotografer) dan Iqbal Kusumadireza jurnalistik Freelance diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi

Dimana menurut Reza, dirinya bersama Prima awalnya berkeliling di gedung sate untuk memantau kondisi pergerakan massa buruh yang berkumpul dipusat peringatan hari Buruh di kota bandung

Setiba dijalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Bandung keduanya melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam, dan menurutnya mereka juga mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi.

Melihat terjadi keributan keduanya langsung menghampiri keributan tersebut untuk mengetahui penyebab keribuan, dan mengabadikan ketibuatan tersebut, namun tiba-tiba seorang anggota Polisi memiting dirinya.

“Siapa kamu, saya bilang saya wartawan,, sambilnmenunjukkan ID card,” Kata Rezan

Namun kata Reza, kamera yang digunakan milikinya coba untuk dirampas, namun dirinya mempertahankan kamera miliknya sambil mendapat perlakuan kasar dari oknum polisi tersebut.

Diakui Reza, Polisi tersebut berasal dari kesatuan Tim Prabu Polrestabes Bandung. Anggota Tim Prabu itu menggunakan sepeda motor Klx berplat nomor D 5001 TBS.

Bahkan dirinya mengaku kaki kanannya diinjak hingga tulang keringnya hingga terluka akibat injakan oknum polisi tersebut.

“Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya mempertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis,” bebernya dikutip CNNIndonesia, Rabu (1/5/2019)

Setelah kamera miliknya berhasil direbut, sejumlah le foto yang tersimpan dikamera tersebut dihapus, bahkan Prima Mulia juga mengalami hal yang sama. Namuj Prima tidak mendaoat kekerasan fisikbdarinoknuk polisi

Menurut Prima ia berhasil mengabadikan momen saat polisi menangkap demonstran sambil dihajar. Beberapa wartawan juga dicegat agar tidak bisa masuk ke area kerusuhan oleh polisi. Polisi juga sempat menembak senjata ke udara berkali-kali.

“Saat mengambil gambar itulah saya ditangkap tiga orang polisi preman sambil mengancam dan minta gambar dihapus. Dari situ saya liat Reza mengalami kekerasan fisik sampai jatuh. Semua file foto dihapus,” pungkasnya.
 

 Komentar

Berita Terbaru
Metro08 Juli 2026 18:42
Gubernur Andi Sudirman Lepas Bantuan Pertanian Rp323 Miliar untuk 24 Kabupaten/Kota di Sulsel
Makassar, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi melepas penyaluran bantuan bibit dan alat mesin pertanian (al...
Daerah08 Juli 2026 16:37
Wali Kota Makassar Instruksikan Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan, Libatkan UMKM dan PKL
Makassar, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh camat di 15 kecamatan untuk menyelenggarakan nonton bareng (n...
Daerah08 Juli 2026 16:33
Wabup Barru Tinjau Pasar Pekkae, Perintahkan Pembukaan Akses Utara
Barru, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., turun langsung meninjau Pasar Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Selasa (7/7...
Daerah08 Juli 2026 16:25
Transaksi UMKM Porsenijar Sidrap Tembus Rp4,2 Miliar
Sidrap, Trotoar.id — Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Sulawesi Selatan 2026 memberikan dampak signifikan terhadap perputaran...