Soal Perkara Pernikahan Duda Dan Bocah Belia, LPA Surati Bupati Sidrap

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Sabtu, 15 Juni 2019 00:00

Soal Perkara Pernikahan Duda Dan Bocah Belia, LPA Surati Bupati Sidrap

TROTOAR.ID,MAKASSAR – Terkait Pernikahan terpaut usia jauh yang terjadi di Kabupaten Sidrap yang sempat viral baru baru ini telah menemui titik terang.

Diketahui mempelai Pria berinisial RA (50) berstatus (Duda) dan mempelai wanita berinisial SW (14) masih belia, dimana keduanya sempat viral di media sosial perihal Pernikahan yang terpaut usia jauh.

Dimana, Pihak Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Sidrap telah menyurat ke Bupati Terkait perkara pernikahan dini yang terjadi diketahui terjadi di wilayah Sidenreng Rappang,Sidrap.

“Iye sementara ditangani LPA sudah menyurat ke bupati masalah ini. mungkin ini hari ketemu dengan bupati kalau ada waktunya pak bupati, “ujar Islamiah LPA Kabupaten Sidrap, Jumat (14/6/2019).

Sementara itu, Pengadilan Agama Sidenreng Rappang yang mengeluarkan surat akta nikah dengan nomor akta 0116/005/IV/2019 Kecamatan Panca Ruang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan.

Namun sampai saat ini belum diketahui apa motif Pengadilan Agama mengeluarkan surat akta nikah serta memberikan izin atau dispensasi.

Pasalnya dalam surat akta nikah pertanggal 21 Mei 2019 berisi kalimat menimbang, bahwa berdasarkan 89 ayat 1 UU nomor 7 tahun 1989 yang diubah dengan UU nomor 3 tahun 2006 dan UU nomor 50 tahun 2009.

Mengingat segala ketentuan perundang- undangan yang berlaku dan hukum islam yang berkaitan dengan perkara ini.

Hal tersebut tentunya bertentangan dengan Undang-Undang perkawinan yang dimana telah mengatur bahwa batas usia perkawinan seorang wanita minimal 16 tahun dan pria 19 tahun.

Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Selatan sangat menyesali kasus pernikahan dini ini kembali terjadi, ditambah lagi terpaut usia yang cukup jauh.

“Kami sangat sesali kasus perkawinan anak bau kencur seperti ini terus saja terjadi. Orang dewasa bapak-bapak seperti ini 50 tahun kan kemungkinan besar sudah beristri atau paling tidak pernah beristri dan mungkin punya anak yang lebih tua dari anak perempuan ini. Tidak pantas sesungguhnya. kalau bercermin pada kasus-kasus sebelumnya yang kami dalami, kalau perkawinan yang beda usia jauh, umumx berlatarbelakang ekonomi,”tuturnya.

Lebih lanjut, Meysi mengungkapkan, indikasi terbanyak sehingga menyebabkan banyaknya terjadi kasus pernikahan dini tak lebih dari tanggung jawab ekonomi atau faktor ekonomi.

“Pengalihan tanggung jawab ekonomi dari orang tua ke si suami. Mungkin mahar, uang panaiknya jumlahnya besar,”cetusnya. (rin)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro26 Juni 2026 22:00
Kunjungi Pulau Sabutung, Fatmawati Pastikan Pembangunan Kepulauan Lebih Merata
PANGKEP, TROTOAR.ID — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingg...
Metro26 Juni 2026 20:29
Wali Kota Munafri Sambangi Pulau Terluar, Pastikan Layanan Dasar dan Salurkan Bantuan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, kembali menyambangi Pulau Lanjuka...
Nasional26 Juni 2026 18:57
Presiden Prabowo Instruksikan Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul untuk Percepat Industrialisasi Nasional
JAKARTA, TROTOAR.ID — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) un...
Metro26 Juni 2026 17:33
Wakil Wali Kota Makassar Tinjau Kesiapan Gunung Sari Hadapi Lomba Kelurahan Berprestasi 2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memastikan kesiapan Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, dalam menghad...