
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Wartawan Senior Mulawarman mengungkapkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tidak menjadi pemimpin yang suka “Baper” hinngga harus menjual nama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hingga dia mengandaikan, apa yang dilakukan Nurdin Abdullah selalu gubernur tidak jauh berbeda dengan gaya seorang “preman pasar” yang menduduki jabatan.
“Katanya andalan, tunjukkan jika kau andalan, jangan kaya “preman pasar” saja, ganti-ganti orang baru bicara jeleknyya orang di belakangnya,” Kata Wulamarwan di media center DPRD Sulsel, Kamis (20/6/2019)

Wulamarwan juga mengaku, mutasi yang dilakukan Nurdin Abdullah yang selalubmengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan mutasi dianggap sebagai sesuatu hal yang cuma pamer, apa lagi dia yakin hal itu tidak benar
Apa lagi sepengetahuan dia, sebagai seorang wartawan senior menilai, kebijakan KPK tidak mencampuri urusan mutasi pejabat di pemerintahan daerah.
“Berhentilah selalu mengatasnamakan KPK dalam mengambil sebuah kebijakan, untuk melakukan mutasi, mana mungkin KPK mau urus mutasi pejabat di daerah, terllau banyak omong kosongnya itu orang ,” Kata Mulawarman
Dia meminta agar kiranya gubernur Sulsel tidak selalu menebar ancaman-ancaman termasuk, menjula-jual nama KPK dalam mengambil kebijakan.

“Omong kosong, kalau KPK memberikan rekomendasi pencopotan, kepada seorang Kepala Daerah atau Gubernur. Nurdin Abdullah pasti piti-piti kanai (asal ngomong),” kata Mulawarman yakin kalau Nurdin Abdulllah asal ngomong.
Sehingga kata dia Nurdin Abdullah dalam menjalankan pemerintahan terlalu banyak melakukan pencitraan namun tidak menunjukkan hasil dari kinerja selama memimpin Sulsel. (Upi)


Komentar