Metro

Karena Temuan, Kadishub Dicopot, Pansus Hak Angket Tantang NA Bubarkan TGUPP

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali “mengamputasi” Pejabat eselon II lantaran dianggap ditemukan sejumlah temuan berdasar dari hasil audit inpesktorat 

Pejabat yang diamputasi adalah kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel,  Ilyas Iskandar dan kepala seksi, yang kemudian menunjuk Sekretaris dishub Pahlevi Sebagai pelaksana tugas. 

Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani mengungkapkan jika SK pemberhentian telah diserahkan kepada Ilyas Iskandar pada jumat kemarin. 

“SK pencopotan telah kita serahkan ke yang bersangkutan (Ilyas Iskandar) dan saya sendiri yang menyerahkannya,’ kata AHG. 

AHG menganggap pencopotan Ilyas sebagai kepala dinas perhubungan berdasarkan pada SK Gubernur terkait pemberhentian Ilyas Iskandar sebagai Kadis 

Sementara itu, Pahlevi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, ia mengaku belum melihat SK penunjukannya sebagai Plt Dishub.

Hanya saja, Pahlevi mengaku telah dihubungi oleh Hayat terkait penunjuk dirinya sebagai Plt Dishub Sulsel.

“Dia sudah diberitahu, bahwa ada SK penunjukan saya, cuman saya belum lihat karena saya lagi ikut Diklat PIM 3” katanya.

Namun pemberhentian Ilyas Iskandar yang mengacu dari hasil audit Inspektorat, direspon oleh panitia hak angket, untuk mencopot sejumlah pejabat eselon III dan IV yang tidak sesuai kepangkatan menduduki jabatan serta membubarkan TGUPP yang dianggap tidak memiliki payung hukum dalam menjalankan tugas sebagai pembantu Gubernur 

“Ini banyak pejabat yang tidak sesuai dengan kepangkatannya menduduki jabatan, serta TGUPP yang tidak atas pembentukannya,” Kata 

Sehingga panitia hak angket menilai jika keberadaan TGUPP dan Staf Khusus  Gubernur dan Wakil Gubernur, dianggap sebagai penumpang gelap yang menikmati APBD. 

Sebab dalam pembahasan APBD tahun 2019, tidak ada nomenklatur  untuk menganggarkan kegiatan dan honor dari TGUPP dan Staf Khusus. 

“Mereka ini penumpang gelap semua,  pembahasan APBD dan nomenklatur pemerintah provinsi tidak satupun pernah dibahas keberadaan TGUPP apalagi honor yang menghabiskan anggaran ratusan juta setiap bulannya, ” Kata Fahruddin Rangga. 

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Walk Out dari Mubes, IKAFE Ingin IKA Unhas Lebih Berdampak

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…

50 menit ago

Sekretaris Kwarcab Sidrap Buka Musyawarah Ranting Baranti 2026

SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026…

14 jam ago

Di Pelantikan HDCI, APPI Tawarkan Makassar sebagai Pusat Touring Nasional

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun…

14 jam ago

Pesan Wabup Nurkanaah untuk Wisudawan UT: Berikan Kontribusi Terbaik bagi Daerah

SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda…

14 jam ago

Makassar Tembus Peringkat Nasional Kota Toleran

MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…

14 jam ago

Tepat di Hardiknas, Andi Amran Sulaiman Kembali Pimpin IKA Unhas Periode 2026–2030

MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…

18 jam ago

This website uses cookies.