
Usai mendengar pernyataan Jumras tersebut, Hajrah bergeming jika dan bersikukuh jika dirinya tidak memiliki satupun perusahaan yang sebagai pemenang tender pada 46 proyek yang diungkap dalam sidang hak angket.
“Silahkan cek, saya tidak punya perusahaan, apa lagi yang tercantum disitu (Dokumen), ‘ kata Hajrah
Hajrah sendiri diketahui merupakan tim sukses Gubernur pada pilgub kemarin, dan saat ini menjabat sebagai wakil ketua III TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan
Hajrah yang juga neng aku memiliki kedekatan dengan keluarga Nurdin Abdullah khususnya istri Nurdin Abdullah saat dirinya menjadi TP PKK kabupaten Bantaeng.
Dan kembali sebagai pengurus PKK setelah Nurdin Abdullah terpilih sebagai Gubernur Sulsel.
Pada sidang tersebut, salah satu panitia sidang hak angket Fahruddin Rangga mempertanyakan alasan Hajrah menemui kepala inspektorat Lutfi Natsir kala itu, terkait surat sanggahan yang dilakukan oleh pengusaha yang kalah tender proyek pengadaan itik di dinas peternakan Provinsi yang nilainya 2.4 miliar.
Namun Hajra mengaku jika dirinya saat itu dimintai tolong oleh kerabatnya yang ada di Pinrang yang juga tim sukses Nurdin Abdullah pada pilgub

“Saya kesana kebetulan ada masalah mengenai tender itik. Apalagi pengusaha yang menyanggah tender tersebut sekampung dengan saya. Dia minta, sehingga saya ke Inspektorat surat sanggahan untuk mempertanyakan surat sanggahan tersebut,” kata Hajrah (Rin)

