Polda Sulsel Berhasil Ungkap Sengketa Tanah di Nane Selayar

0
132

TROTOAR.ID,SELAYAR – Permasalahan sengketa tanah di Kepulauan Selayar khususnya di Nane, Dusun Timur, Desa polassi, Kecamatan Bontosikuyu kini menemui titik terang.

Diketahui sebelumnya, Polda Sulsel yang menerima laporan masyarakat lewat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) terkait maraknya jaringan mafia tanah di Kepulauan Selayar.

Laporan tersebut direspon langsung oleh Polda Sulsel, dimana dalam waktu 24 jam berhasil mengungkap permasalahan yang kerap terjadi di Kepulauan Selayar.

Berkas yang sebelumnya di Klaim oleh oknum PNS telah resmi dicabut dan dibatalkan. Kepala Desa Polassi juga telah mencoret nomor register milik Fatmawati dan kawan-kawan.

Bupati LIRA Selayar, Ahmad Zulkarnaen dalam kesempatannya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polda Sulsel yang serius menangani kasus tersebut.

“Masyarakat merasa legah dengan keberhasilan polda sulsel dalam mengungkap mafia tanah di desa kami, dimana polda sulsel menunjukkan ke profesionalannya sekaligus memberikan efek jerah ke pelaku pemalsuan dokumen, “ungkap Zulkarnaen selaku Kuasa ahli waris, Minggu (4/8/2019).

Olehnya itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Selayar, kini didesak untuk segera mengeluarkan sertipikat tanah Nane, Dusun Timur, Desa Polassi, Kepulauan Selayar.

“kami menegaskan kepada pihak BPN untuk segera mengeluarkan sertipikat tanah yang kami ajukan, “tegasnya.

Sekedar diketahui, penerbitan sertipikat tanah milik Alm. Ahmad Risman yang berlokasi di dusun timur, desa polassi, kecamatan bonto sikuyu, kepulauan selayar sampai saat ini tak kunjung selesai.

Padahal, secara administrasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk penerbitan sertipikat tanah telah dibayar lunas oleh ahli waris tanah tersebut.Sementara, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Selayar seolah mengulur waktu, sehingga patut diduga ada pihak yang sengaja menghalangi proses penerbitan sertipikat tanah tersebut. (rin)