Badko HMI Sulselbar Menduga Adanya KKN Dan Oligarki di Era Nurdin Abdullah

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 16 Agustus 2019 21:06

Badko HMI Sulselbar Menduga Adanya KKN Dan Oligarki di Era Nurdin Abdullah

Trotoar.id,Makassar – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan-Barat menduga adanya KKN dan Oligarki di kepemimpinan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Badko HMI Sulsel dalam lembar pernyataan sikapnya mengatakan beberapa polemik yang terjadi nampaknya mengindikasikan kuat dugaan adanya disharmoni pada pucuk pimpinan pemerintah sulawesi Selatan.

Sehingga hal tersebut menimbulkan kegaduhan dan persepsi yang berbedah ditengah masyarakat, alhasil, saling melangkahi dalam hal wewenang pun tak terhindarkan.

Tak hanya itu, Badko HMI Sulsel menilai dalam lembaran tersebut, katanya, berbagai kebijakan pemerintah sulawesi selatan yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan masyarakat, Daerah dan Negara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Adanya pelantikan 193 pejabat yang diduga tidak sesuai dengan prosedur, mutasi besar-besaran PNS dari kabupaten Bone dan Kabupaten Bantaeng tampa pertimbangan yang matang.

Dan diduga tidak sesuai prosedural dengan maksud kolusi dan nepotisme secara terang-terangan dalam penempatan pegawai dalam jabatan tertentu mulai dari eleson IV dan eleson II, serta pencopotan pejabat tinggi pramata yang diduga tidak sesuai prosedur.

“Dalam orasinya Mhus selaku ketua HmI Korkom Perintis mengatakan bahwa aksi pada hari ini tidak ada unsur kepentingan dari DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, tetapi aksi ini hanya sebagai bentuk kekecewaan kami sebagai kader HmI terhadap pemerintah provinsi sulawesi selatan”, ungkap Mhus.

Lanjut Mhus, kami minta kepada DPRD Provinsi sulawesi selatan agar tidak masuk angin dalam menangani kasus ini, dan jangan coba-coba melakukan konspirasi tuyul serta kongkalikong dalam kasus ini. Harapan Mhus Selaku Ketua HmI korkom perintis.

Lebih lanjut lagi, dugaan Gubernur mengintervensi PJ Walikota Makassar untuk melakukan pencopotan dan pelantikan kembali atas PNS yang telah dilantik sebelumnya oleh Walikota Makassar tampa harus mempertimbangkan kinerja atau prestasi, hal tersebut kian membuat kegaduhan mengenai tata kelola pemerintah di Kota Makassar.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro10 Juli 2026 16:00
Aliyah Mustika Ilham Terima Tiga Kepala Daerah, Bahas Kolaborasi UMKM hingga Pengentasan Kemiskinan
Makassar, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi tiga kepala daerah, yakni Bupati ...
Metro10 Juli 2026 15:57
Pemkot Makassar Tata Pasar Senggol, Kini Lebih Rapi, Tertib, dan Nyaman
Makassar, Trotoar.id— Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Pasar Makassar Raya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kawasan perdagan...
Parlemen10 Juli 2026 15:54
DPRD Sulsel Soroti Proyek Bendung Lalengrie Ujung Lamuru, Dinilai Mubazir dan Layak Diaudit
Makassar, Trotoar.id — Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Asni, menilai penganggaran proyek bendung di...
Daerah10 Juli 2026 15:48
Sri Suparni Bahlil Salurkan Bantuan Energi di Barru, Dorong Akses Listrik dan Penerangan Berbasis Energi Terbarukan
BARRU, Trotoar.id — Penasehat DPW Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Suparni Bahlil, menyerahkan bantuan Penerangan Jalan Umum T...