Syarifuddin Sudding

Sarifuddin Suddin Desak Kejaksaan Tangkap Putri Anton Obey

Suriadi
Suriadi

Senin, 25 November 2019 20:04

Kantor Kejati Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo Makassar. (trotoar)
Kantor Kejati Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo Makassar. (trotoar)

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pihak kejaksaan untuk segera menangkap Imelda Anton Obey yang selama ini diduga terlibat sebagai mafia kasus di kejaksaan Negeri Sulawesi Selatan 

Hal tersebut diutarakan anggota Komisi III DPR RI Syarifuddin Sudin yang menganggap jika pengusaha Alat Kesehatan tersebut seung terlibat dalam permufakatan jahat dan intimidasi ke sejumlah kepala daerah.

“Kami sudah perintahkan, agar Kejati segera memproses hukum dan tangkap yang bersangkutan (Imelda_red),” tegas anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding 

Terungkapnya sifat terjang Imelda saat Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) dan TP4 Daerah (TP4D) yang dibentuk masa Jaksa Agung HM Prasetyo dimanfaatkan oleh oknum Jaksa dalam mencari keuntungan pribadi dengan melakukan dugaan pemerasan terhadap calon kepala daerah. 

Bahkan Imelda diduga kuat berperan sebagai peluncur dalam beberapa kasus yang ditangani pihak kejaksaan Sulsel Kala itu. 

Hingga Imelda berperan sebagai mediator untuk memuluskan aksinya dalam menjalankan tindak permufakatan jahat lainnya, bahkan Imelda diduga memanfaatkan Jaksa Agung kalau itu  HM Prasetyo 

“Kami juga sudah memerintahkan agar TP4D dibubarkan!,” tegas Sarifuddin dikutip SINDOnews, senin 25 November 2019.

Bahkan dikatakan jika anak dari Anton Obey tersebut telah berulang kali melakukan kemufakatan yang ssa untuk memuluskan dan memenangkan tender proyek Alat kesehatan alkes di beberapa rumah sakit 

Seperti di rumah sakit umum Daerah (RSUD) Haji yang mana pada pengadaan alkes di tempat tersebut yang seharusnya dilakukan dengan e-catalog diubah menjadi lelang yang jelas menyalahi aturan 

Namun karena kelihaian Imelda yang bermain dengan oknum Jaksa kala itu maka proses tender alkes di RSUD Haji yang bernilai Rp 23.659.000.000.

Imelda Obey dan Direktur RSUD Haji Makassar diduga waktu itu telah melakukan konspirasi permufakatan untuk memuluskan proyek yang seharusnya e-catalog menjadi lelang.

Dimana peran anak Anton Obey itu diungkapkan KPA, yang juga menjabat Wakil Direktur RSUD Haji Makassar, Ahdy Syafar. Imelda Obey diketahui adalah bagian dari PT. Naura Permata Nusantara. Salah satu perusahan pemenang tender Alkes di berbagai daerah di Sulsel.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 September 2026 14:40
Disdik Makassar Bantah Ada Pemaksaan Beli Buku “Jelajah Hijau” ke Siswa
MAKASSAR, Trotoar.id — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar membantah adanya instruksi maupun pemaksaan kepada sekolah untuk mewajibkan siswa mem...
Metro01 September 2026 13:42
Makassar Lompat ke Peringkat 20 Pendataan Perlinsos Digital, 138 Ribu KK Sudah Terdata
MAKASSAR, Trotoar.id — Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Makassar menunjukkan lonjakan signifikan. Dalam kurun dua hingga ti...
Metro01 September 2026 13:38
Jalan Paleteang-Malimpung Makin Mulus hingga Batas Enrekang, Gubernur Sulsel Cek Langsung Progresnya
PINRANG, Trotoar.id — Ruas jalan Paleteang-Malimpung hingga arah Kabere yang menghubungkan Kabupaten Pinrang dengan perbatasan Kabupaten Enrekang me...
Metro01 September 2026 13:35
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp7 Miliar untuk Tana Toraja, Ada Traktor hingga Hibah Rumah Ibadah
TANA TORAJA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelontorkan bantuan keuangan senilai Rp7 miliar untuk mendukung pembangunan di Ka...