
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Salah satu putra Kabupaten Enrekang yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel Rahman Pina meminta kepada Kemenhub untuk mengusut kasus pembuangan jasad Muh Alfatah ke laut
Apalagi dia mengaku sebagai sesama putra Enrekang melihat penyebab kematian putra Enrekang tersebut penyebab kematiannya juga tidak jelas
“Ini harus diusut, penyebab kematian Alfatah apa, sebab informasi kematiannya juga tidak jelas,” Kata Rahman Pina Anggota Komisi A DPRD Sulsel

Apa lagi kata dia, penjelasan kapten Kapal yang menjadi lokasi kerja korban, tidak tidak secara terbuka disampaikan oleh kapten kapal apa yang sesungguhnya terjadi pada korban.
“Dari awal bilang jangan sampai ada tindakan kriminal kemudian itu didiamkan. Ini berbahaya. Jadi harus dibuka seterang-terangnya apa sebenarnya yang terjadi dengan Alfatah,” tandas RP.
Bahkan dikatakan alasan Kapten kapal tempat korban bekerja membuang ke laut karena dikhawatirkan ABK lain akan tertular penyakit jika jasad dipertahankan
“Inikan sungguh naif. Makanya kami harap Kemenlu mengusut ini,” pintanya.

Sehingga dengan alasan tertular kata dia akan menjadi sebuah alibi pembenaran yang dilakukan kapten kapal, sehingga menurutnya hal ini harus diusut.
“Ini benar-benar tidak manusiawi. Jadi saya kira sikap kami jelas yang Pertama kapten harus dimintai penjelasan. Kedua jelaskan sebab kematian korban. Dan ketiga harus dipertegas apakah membuang jasad seseorang (ABK) ke laut adalah hal yang dibenarkan secara aturan? Ini harus terjawab,” pungkas RP.
Sebelumnya diberitakan, Seorang ABK asal Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Muh Alfatah M (20), dikabarkan meninggal saat berlayar. Namun jenazah Alfatah tidak dapat dibawa pulang ke kampung halamannya. Oleh pihak kapal, jasad Alfatah diputuskan dibuang ke laut.(Up


Komentar