TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb angkat bicara soal unjuk rasa yang dilakukan Satpol PP yang berujung terjadinya keributan di Rujab Walikota Makassar Rabu Kemarin.
Menurutnya sistem absensi yang baru diberlakukan kurang tersosialisasi dengan baik yang megakibatkan sejumlah pegawai, khususnya satuan Satpol PP merasa khawatir jika honornya tidak dapat diterima atau mengalami pemotongan karena tidak melakukan absensi, khususnya yang bertugas diluar kantor.
“Selama ini sosialisasi yang dilakukan BKPSDM hanya kepada operator pengelola sistem yang ada di masing-masing unit kerja saja. Akibatnya banyak pegawai yang belum paham. Kita sudah perintahkan untuk dilakukan sosialisasi secara menyeluruh pada hari senin depan, dan kita minta kepada Satpol PP untuk tidak perlu lagi cemas jika tidak melakukan absen eletronik, karena itu bisa diganti dengan absen manual, khususnya yang bertugas di luar kantor,” ujar Iqbal di Baruga Anging Mamiri,
Menurutnya keributan yang terjadi kemarin dikarenakan protes yang dilakukan oleh oleh sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kantor Balaikota Makassar atas penggunaan sistem absensi elektronik.
Sistem ini diberlakukan oleh BKSDM Kota Makassar sebagai dasar untuk pembayaran tunjangan kinerja pegawai, dan pPada saat protes terjadi, di waktu bersamaan, Iqbal Suhaeb tengah menerima tamu dari Uni Eropa di rumah jabatan Walikota Makassar.
“Makanya usai menerima tamu saya panggil semua yang terkait untuk dibicarakan. Dan Alhamdulillah, setelah ada penjelasan mengenai sistem absensi elektronik yang bisa di ganti dengan sistem manual bagi pegawai yang bertugas di luar kantor, akhirnya terjadi kesepahaman,” ujar Iqbal.
Dalam pertemuan yag dilakukan Iqbal d rumah jabatan, hadir sejumlah pejabat pemerintah kota Makssar, diantaranya Asisten Pemerintahan, Sabri, Kasat Pol PP, Iman Hud, serta Plt Kepala BKPSDM Kota Makassar, Basri Rakhman.
Usai pertemuan Iqbal selanjutnya ke Baruga Anging Mamiri untuk melakukan penandatanganan MoU antara Dinas Kesehatan Kota Makassar dengan Perusda Sulsel.
Namun disaat bersamaan, di depan pintu masuk Rumah Jabatan Walikota, datang pegawai dari BKPSDM untuk menjelaskan lagi soal absensi yang sebenarnya sudah di bahas didalam pertemuan sebelumnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Kota Makassar, Sabri saat menjelaskan kepada wartawan usai peristiwa tersebut mengatakan bahwa penutupan pintu pagar kantor Walikota yang sempat dilakukan oleh sejumlah anggota Satpol PP adalah sebuah kesalahan, meskipun ada situasi psikologis yang mestinya di maklumi.
“Tentu saya sebagai atasannya mengakui itu sebuah kesalahan dan saya meminta maaf. Namun harus kita pahami bahwa ada situasi psikologis yang dialami pasukan kita di bawah yang selama ini bekerja dua puluh jam. Mereka tertekan dengan sistem yang baru itu, makanya saya segera datang menemui, menenangkan mereka agar jangan anarkis,” jelas Sabri.



Komentar