Soal Larangan Kegiatan di Rumah Ibadah, Ini Penjelasan Polda Sulsel

Suriadi
Suriadi

Minggu, 26 April 2020 19:29

Soal Larangan Kegiatan di Rumah Ibadah, Ini Penjelasan Polda Sulsel

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Jumlah kasus terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan tren kenaikan. Hingga beberapa Daerah harus memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 

Hingga dengan pemberlakukan. PSBB semua kegiatan yang menghadirkan banyak orang sebaiknya tidak dilakukan, guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah virus Corona 

Termasuk dengan penutupan sementara rumah ibadah yang seharusnya semua pihak daoatahami kondisi yang terjadi sehingga Pemerintah dan masyarakat bisa bersama-sama melawan wabah virus Corona, 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menyampaikan bahwa masyarakat  seharusnya memahami dengan penutupan tempat ibadah yang dimaksud. 

“Kami berharap. Masyarakat tidak menyalah artikan tujuan Pemerintah, dengan menghimbau masyarakat tidak melaksanakan kegiatan di Rumah Ibadah, ” Jelasnya 

Terkait pelarangan kegiatan di rumah ibadah lanjutnya, sebagai langkah Pemerintah untuk menyelamatkan umat dan jamaah dari penyebaran Covid 19 untuk menghindari berkumpulnya orang dengan menutup sementara tempat ibadah.

lebih lanjut Kabid Hurnas kemudian menjelaskan penyebaran Covid 19 di masjid menjadi sangat mudah karena bisa saja hal tersebut terjadi pada alas tempat sholat dimana terpercik drop plet dan bekas tersebut disentuh lagi dan kena ke wajah oleh orang yg sehat.

“Jadi saya harap masyarakat memahami bahwa bukan ibadah yang dilarang namun sholat berjamaah tersebut karena berkumpul dan menyentuh permukaan pada lantai atau sajadah yg sudah disentuh oleh orang lain akan memudahkan terjangkitnya covid 19, hal inilah yg dijaga,” harap Kabid Humas

Kabid Humas juga menambahkan penjelasannya bahwa Sebagian orang di masjid mungkin terlihat tetap sehat-sehat saja, namun saat terkena virus bawaan Anda. Boleh jadi kebetulan karena stamina tubuh mereka lagi baik. Virusnya tidak mempengaruhi kondisinya karena daya tahan tubuhnya baik, namun tetap sebagai pembawa virus covid

“Tapi, bagaimana dengan jamaah yang kebetulan daya tahan tubuhnya sedang rendah? Mungkin karena dia lagi kecapean, mungkin dia sedang lelah, mungkin stress, kurang istirahat, kurang tidur, kurang minum dan lainnya, Maka fisiknya tidak bisa bertahan saat ketemu dengan virus bawaan dari orang lain yang terjadi tanpa sadar. Demikan juga kepada orang yang sudah kena dan juga tidak sadar kalau sudah jadi pembawa virus jahat buat orang lain,” jelas Kombes Pol Ibrahim Tompo

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah24 Mei 2026 23:08
Kisah Nene Mallomo Dipentaskan di Makassar, Rawat Nilai Moral Kebudayaan Sidrap
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Nilai-nilai moral dan kearifan lokal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali digaungkan melalui panggung seni di Kota Ma...
Daerah24 Mei 2026 23:05
Sabet Tiga Penghargaan di Gapura Awards Sulsel, IGTKI-PGRI Sidrap Raih Kado Terindah Akhir Kepengurusan
MAKASSAR, ROTOAR.ID — Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menorehkan prestasi membangg...
Metro24 Mei 2026 22:59
Gubernur Sulsel Tinjau Progres Jalan Hertasning, Proyek MYP Capai 64 Persen
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengerjaan Program Multiyea...
Olahraga24 Mei 2026 22:50
Bupati Sidrap Tutup Kejurnas Drag Race 2026 Putaran 2 di Lanud Sultan Hasanuddin
MAKASSAR, Trotoar.id — Putaran kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Race IMI 2026 resmi berakhir dengan sukses. Ajang balap trek lurus paling be...