Pemimpin untuk Semua, Pendaftaran DILAN ke KPU Diiringi Budaya 4 Etnis

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 04 September 2020 20:27

Pemimpin untuk Semua, Pendaftaran DILAN ke KPU Diiringi Budaya 4 Etnis

Makassar, Trotoar.id – Prosesi pendaftaran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) ke Kantor KPU berlangsung menarik dan penuh unsur kearifan lokal.

Pendaftaran pasangan doktor dan dokter ini diiringi budaya empat suku: Makassar-Bugis-Toraja-Mandar. 

Dari pantauan awak media, Dilan didampingi tokoh dan pimpinan parpol pengusung dari PDIP, Hanura dan PKB tiba di Kantor KPU sekira pukul 14.00 Wita.

Deng Ical (Syamsu Rizal) dan Dokter Pade (Fadli Ananda) tampak mengenakan baju putih dan diiringi sejumlah pria dan wanita berpakaian adat. 

Menariknya, pakaian adat yang dikenakan oleh pengiring Dilan tidaklah seragam. Mereka memakai masing-masing pakaian adat Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar.

Alunan musik dari alat musik tradisional pun mengiringi langkah Dilan memasuki Kantor KPU Kota Makassar. 

Ketua Tim Pemenangan Dilan, Yagkin Padjalangi menyampaikan apresiasi atas kesediaan tokoh dan pimpinan parpol pengusung beserta segenap pendukung yang mengantarkan Dilan mendaftar ke KPU.

Soal budaya empat suku yang mengiringi prosesi pendaftaran, ia menyebut hal tersebut bentuk penegasan bahwa Dilan berkomitmen menjadi pemimpin untuk semua. 

“Alhamdullilah, tahapan pendaftaran sudah kita lalui dengan sukses dan lancar. Tadi dalam prosesi pendaftaran, pria dan wanita pengiring Dilan memang menggunakan pakaian adat dari empat suku yakni Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Itulah bentuk komitmen Dilan menjadi pemimpin untuk semua, bukan untuk satu suku atau kelompok tertentu,” ujar dia. 

Mantan legislator Sulsel Dapil Makassar ini mengimbuhkan Kota Makassar sangat plural, di mana banyak suku yang tinggal di ibu kota provinsi Sulsel tersebut.

Olehnya itu dibutuhkan pemimpin yang bisa merangkul semua elemen, seluruh suku yang tinggal dan menetap di Kota Makassar.

Ketua PDIP Makassar, Syuhada Sappaile mengungkapkan Deng Ical dan Dokter Pade merupakan referensi Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar.

“Ical itu orangnya baik dan dapat diterima semua orang. Sementara Dokter Pade, figur muda inovatif. Bahkan dia itu seperti anak saya, makanya saya pangil Pade’,” ucap legislator Makassar ini.

“Mari kita kembalikan Kota Makassar ini ke tangan pemimpin yang paham dan dapat jadi representasi Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar,” katanya.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah04 September 2026 18:54
Air Danau Sidenreng Dialirkan ke Sawah, Upaya Sidrap Selamatkan Tanaman Padi dari Kekeringan
SIDRAP, Trotoar.id — Di tengah ancaman kekeringan, Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bergerak mencari sumber air alternatif untuk menj...
Politik04 September 2026 18:44
Gerindra Mulai Siapkan “Pasukan” Politik, Diklat Laskar Diproyeksikan Kawal Pemilu 2029
MAKASSAR, Trotoar.id — Pertarungan politik menuju Pemilu 2029 memang masih menyisakan waktu. Namun, bagi Partai Gerindra Sulawesi Selatan, persiapan...
Daerah04 September 2026 15:55
Gandeng Kementerian Perindustrian, Sidrap Dorong Kopi Lokal Naik Kelas Lewat Teknologi
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai mendorong komoditas kopi lokal naik kelas. Tak hanya mengejar peningkatan...
Metro04 September 2026 15:53
103 Ribu Pekerja Rentan Makassar Terlindungi, BPJS Apresiasi Kebijakan Appi
MAKASSAR, Trotoar.id — Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan mendapat apresiasi dari...