Parpol Pengusung Anir-Lutfi Kawal Usulan Kelompok Tani Minasatene Pangkep

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 28 September 2020 23:25

Parpol Pengusung Anir-Lutfi Kawal Usulan Kelompok Tani Minasatene Pangkep

TROTOAR. ID, PANGKEP – Keluhan dan usulan para Kelompok Tani Bontotene dan Bonto Tajjoro Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Pangkep, langsung direspon oleh parpol koalisi pasangan Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi).

Keluhan petani ini terungkap saat Anir bertatap muka dengan warga Kelurahan Biraeng dan Kelompok Tani Bontotene, pada akhir pekan lalu.

Partai Gerindra, Hanura dan PKS selaku parpol pengusung Anir-Lutfi, akan membawa usulan petani ke DPRD Pangkep dalam pembuatan terowongan lantaran akses jalan yang biasa dilalui ke sawah kini tertimbun material pembangunan rel kereta api.

“Teknisnya saya sebagai anggota DPRD Pangkep dan teman-teman melihat bagaimana master plane dari rel itu. Misalkan, di mana ada titik terowongan perlintasan. Jika dimungkinkan dekat-dekat dengan lokasi Biraeng, itu kita sampaikan, sosialisasikan ke semua warga bahwa ada perlintasan di sini misalnya,” ucap legislator DPRD Pangkep dari Fraksi Gerindra, Syahruddin, pada Senin (29/9/2020).

Wakil Ketua DPC Gerindra Pangkep ini menegaskan, jika lokasi terowongan dianggap tidak ekonomis buat petani, pihaknya akan mengusulkan pembuatan perlintasan baru meski membutuhkan biaya baru. “Jika itu memungkinkan, sesegera itu kita buat. Kita usulkan ke pimpinan proyek melalui siapa yang membiayai proyek itu,” kata pria 58 tahun ini.

Dia menegaskan, yang jelas amanah ini sudah ditangkap untuk diusulkan ke pihak yang berkompeten.

Sementara itu, anggota Kelompok Tani Bontotene Hafiruddin Halik mengatakan, pihaknya telah menyurati PPK Pengembangan Perkeretaapian Sulawesi Selatan pada 2 September 2020. namun hingga kini belum ada jawaban signifikan.

“Sebenarnya sudah kami menyurat ke PPK Satker Perekeretapian Sulsel. Surat tersebut atas nama kelompok tani, dan diketahui oleh PPL dan Lurah Minasatene. Namun sampai saat ini pihak lurah belum memfasilitasi atau dipertemukan antara petani, Satker, dan kontraktor. Belum ada juga surat pemberitahuan dari satker,” ujarnya.

Dalam surat tersebut, Kelompok Tani menyebutkan 4 poin penting. Pertama, pada KM 40-600 s/d KM 41+100 pada gambar rencana rel kereta api, dibuatkan terowongan untuk akses alsintan (alat pertanian) terutama mesin pemotong padi.

Kedua, pada KM 41-080 terdapat jaringan sekunder Tabo-tabo, diinginkan dibuatkan jembatan pelintas untuk mesin pemotong padi karena selama ini ada jembatan kayu milik warga namun tergusur oleh pembangunan rel kereta api.

Ketiga, perlu rekondisi pembentukan badan jalan sisi bagian barat rel kereta api. Terakhir, pada underpass saluran pembuang KM 40-700 dibuatkan plat pelintas sebagai akses mesin pemotong padi bagian sisi barat dan sisi timur rel kereta api. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro11 Juli 2026 19:53
Malam Ramah Tamah HKG PKK Nasional dan HUT Dekranas, Melinda Aksa Perkuat Silaturahmi Antar Daerah
Makassar, Trotoar.id — Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Malam Ramah Tamah yan...
Metro11 Juli 2026 19:50
Dampingi Istri Wapres di Paotere, Melinda Aksa Dorong UMKM Perempuan Pesisir Naik Kelas
Makassar, Trotoar.id — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mendorong penguatan UMKM perempuan pesisir agar semakin berkembang dan berdaya sain...
Uncategorized11 Juli 2026 19:42
Produk UMKM Dekranasda Makassar Laris Manis di Puncak HUT Dekranas ke-46
Makassar, Trotoar.id — Produk-produk unggulan UMKM binaan Dekranasda Kota Makassar laris manis bahkan nyaris ludes diborong pengunjung pada puncak p...
Daerah11 Juli 2026 19:31
Dekranasda Bulukumba Memikat di TSM Makassar, Andi Herfida Ajak Bangga Gunakan Produk Lokal
Makassar, Trotoar.id — Kekayaan budaya dan kreativitas perajin Kabupaten Bulukumba kembali mencuri perhatian dalam ajang nasional. Dewan Kerajinan N...