
Makassar, Trotoar.id — Kekayaan budaya dan kreativitas perajin Kabupaten Bulukumba kembali mencuri perhatian dalam ajang nasional. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bulukumba tampil memikat pada Pameran Kriya dan Produk UMKM dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), yang digelar di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, 8–12 Juli 2026.
Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, pameran ini menjadi etalase besar bagi produk kriya dan UMKM dari seluruh Indonesia. Lebih dari 300 stan dari berbagai daerah ambil bagian, membuka peluang promosi sekaligus akses pasar yang lebih luas hingga ke tingkat nasional dan internasional.
Dekranasda Bulukumba yang menempati Stand Nomor 036 Blok Sulawesi Selatan, menghadirkan beragam produk unggulan khas daerah. Mulai dari tenun tradisional Kajang dan Bira, aneka kriya, hingga produk UMKM berkualitas tinggi yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.

Sebanyak enam UMKM binaan turut berpartisipasi, yakni UKM Bunga Mawar, UKM Sapobatu Bontotiro, UKM Mawar Bira, UKM Adiba Souvenir, UKM Sarung Kajang, serta UKM Kajang Le’leng Ammatoa (KALEA) Tenun. Produk-produk tersebut tidak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga mencerminkan identitas dan kekayaan tradisi masyarakat Bulukumba.
Tak hanya pameran, stand Bulukumba juga menghadirkan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Mereka dapat mencoba langsung proses membatik hingga memberi warna, menjadikan kunjungan lebih edukatif dan berkesan.
Partisipasi Bulukumba juga mendapat perhatian sejumlah tamu penting, di antaranya Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, istri Menteri Lingkungan Hidup Eka Sulistiawati, istri Menteri Koperasi dan UKM, istri Sekretaris Jenderal Kemendagri, serta istri Gubernur Kalimantan Timur.
Ketua Dekranasda Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini merupakan bentuk komitmen dalam mempromosikan potensi kerajinan daerah sekaligus memperluas akses pemasaran bagi pelaku UMKM.

“Melalui ajang ini kami ingin menunjukkan bahwa Bulukumba tidak hanya dikenal dengan Pantai Bira dan Kapal Pinisi, tetapi juga memiliki produk kerajinan berkualitas dengan nilai seni tinggi yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap produk yang ditampilkan merupakan hasil karya tangan perajin yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mengandung cerita, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, yang mengajak masyarakat untuk semakin mencintai produk dalam negeri. Menurutnya, kualitas dan kreativitas produk kriya Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk luar. Ia juga berharap momentum HUT Dekranas ini dapat dimanfaatkan para perajin untuk saling belajar, meningkatkan mutu, serta memperluas daya saing di pasar global dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Keikutsertaan Dekranasda Bulukumba dalam pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi, memperluas jejaring pemasaran, serta memperkuat daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan inovasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi, Dekranasda Bulukumba optimistis produk kriya dan UMKM daerah akan semakin diminati dan mampu menjadi kebanggaan Indonesia di pasar dunia.


Komentar