Categories: MetroNews

WR III UMI Makassar Marah, Dosen Tetapnya Ditangkap dan Diinjak-injak oleh Polisi

Makassar, Trotoar.id – Pada hari Kamis, 8 Oktober 2020 sekitar pukul, 22:00 Wita malam, salah satu Dosen Tetap di Universitas Muslim Indonesia (UMI) berinisial AM tertangkap serta mendapat tindakan kekerasan dari pihak kepolisian yang tengah melakukan pengamanan aksi “tolak omnibus law (OBL)” di Jalan Urip Sumoharjo, yang saat itu massa aksi sedang dipukul mundur.

“Saya meninggalkan rumah lalu ke tempat makan di Racing, sekitar pukul 21:20 Wita saya tiba di tempat makan itu. Setelah makan saya bergegas untuk mencari tempat Print yang ada di depan Kantor Gubernur Sulsel, di Urip Sumoharjo,” kata AM kepada Trotoar.id, Minggu, (11/10).

Karena banyaknya kerumunan massa aksi “tolak omnibus law” sehingga AM menyempatkan diri untuk duduk di Bale-bale depan Alfamart Urip Sumoharjo untuk memantau situasi.

“Karen polisi menyisir dari dua arah sehingga saya terjebak dalam kerumunan massa,” bebernya.

AM saat itu hendak menghindari kepulan gas air mata namun dihadang oleh beberapa anggota kepolisian.

“Polisi langsung mengangkat kerah baju saya dan memukuli saya di bagian pipi sebelah kanan. Pada saat yang bersamaan saya berusaha untuk menjelaskan bahwa saya bukan termasuk massa aksi,” jelasnya.

AM beberapa kali telah menjelaskan identitas dirinya bahwa ia adalah seorang dosen.

“Saya menunjukkan KTP, namun beberapa oknum polisi memukuli saya sehingga saya terjatuh dan diinjak-injak oleh oknum polisi,” bebernya.

Setelah itu, AM mengaku berusaha terbangun kemudian terjatuh lagi lantaran oknum polisi masih memukuli AM di bagian kepala dan paha menggunakan tameng.

“Lalu saya diseret ke mobil taktis kepolisian yang di dalam mobil tersebut saya dipukuli lagi berulang kali. Di situ saya bilang lagi bahwa saya dosen, bukan massa aksi,” ujarnya.

Namun mirisnya, Dosen Fakultas Hukum UMI Makassar ini malas direspon oleh oknum polisi dengan melontarkan kata-kata kasar.

“Polisi bilang ke saya (Dosen Sund*la) sembari kembali memukuli kepala saya dengan kondisi lemas dan memar,” kata AM.

AM juga mengaku rambutnya digunting oleh  oknum kepolisian, “Kemudian pada hari Jum’at, 9 Oktober 2020, pukul 23:00 Wita saya dibebaskan karena tidak terbukti bersalah,” pungkasnyam

AM mengalami cidera akibat kekerasan yang diterimanya yakni; memar pada kelopak mata bagian kiri, bengkak pada kepala bagian kanan, luka pada hidung, memar pada paha sebelah kanan, tangan kiri kanan luka-luka, punggung sebelah kanan, pinggang, memar pada jidat.

Kekerasan tidak dibenarkan

“Saya akan menempuh upaya hukum agar oknum kepolisian diproses hukum karena ini berlebihan, kekerasan, dan melanggar Hak Asasi Manusia. Saya juga telah melapor ke Koalisi Bantuan Hukum Rakyat (Kobar) Makassar untuk upaya hukumnya lebih lanjut,” tandas AM.

Hal ini direspon tegas oleh Pimpinan Kampus UMI Makassar. Dalam hal ini Wakil Rektor III, Prof La Ode Husein sangat marah dan menyesalkan tindakan aparat kepolisian.

“Saya sangat menyesalkan tindakan aparat kepolisian yang bertugas dalam menangani unjuk rasa tersebut [aksi omnibus law], dan ini tindakan kepolisian yang berlebihan dan tidak terkendali serta keluar dari Protap. Oleh karenanya, saya berharap Divisi Propam Polda Sulsel segera melakukan proses hukum dan memberikan sanksi yang tegas,” kuncinya.

(Alam)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

Bupati Barru Buka Sosialisasi SPMB 2026, Tekankan Integritas dan Akses Pendidikan

BARRU, TROTOAR.ID— Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari resmi membuka Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru…

1 jam ago

Wabup Bulukumba Dorong Optimalisasi PAD Selaras Peningkatan Layanan Publik

BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf menggelar forum Sharing Sessions bersama sejumlah…

1 jam ago

Bupati Barru Buka Sosialisasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Soppeng Riaja

BARRU, TROTOAR.ID — Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari secara resmi membuka Sosialisasi Pelibatan Orang…

1 jam ago

Pemkab Sidrap Matangkan Penempatan KKN Kesehatan Unhas, Camat Diminta Siap Fasilitasi

SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mematangkan persiapan penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata…

2 jam ago

Dukung Pengembangan Stadion Untia, PIP Makassar Serahkan Aset ke Pemkot

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menerima penyerahan aset dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar…

3 jam ago

Jelang Porsenijar 2026, Bupati Sidrap Minta Panitia Fokus Tuntaskan Persiapan

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati Nurkanaah memimpin rapat pemantapan…

20 jam ago

This website uses cookies.