Makassar, Trotoar.id – Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI), Zulkifli mengklarifikasi terkait pembubaran dan penangkapan dua orang peserta aksi kamisan di Makassar, pada hari Kamis, 15 Oktober 2020, sore.
Zulkifli mengatakan bahwa mereka berencana melalukan aksi mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) dan menolak Otonomi Khusus (Otsus) Papua jilid II serta penentuan nasib sendiri bagi Papua.
“Mereka kembali dipimpin oleh Farhan dan Marco Pahabol bersama kurang lebih 20 orang lainnya,” katanya, Kamis, (15/10) malam.
Ia meminta mahasiswa untuk pulang meninggalkan titik kumpul peserta aksi kamisan.
“Sekali lagi saya ingin sampaikan bahwa aksi mereka ini sudah ke tiga kalinya dalam dua minggu terakhir dan selalu menunggangi aksi penolakan omnibus law,” ujarnya.
Seblumnya, kata Zul sapaanya, mereka melakukan aksi mendukung Gerakan Papua Merdeka di depan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, pada 8 Oktober 2020.
“Soal Farhan dan anggotanya yang dibawa ke Polrestabes karena ingin dimintai keterangan mengenai insiden pembakaran Vidiotron di Kantor Gubernur Sulsel pada 8 September 2020, yang menyebabkan Anggota Satpol PP patah tangan,” tegas Zul. (Redaksi)
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…
SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun…
SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…
This website uses cookies.