Kampanye di Mariso, Danny Pomanto Akan Hilangkan Insentif Tahunan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 16 Oktober 2020 00:22

Kampanye di Mariso, Danny Pomanto Akan Hilangkan Insentif Tahunan

TROTOAR. ID, MAKASSAR — Calon Wali Kota Makassar nomor urut 1 Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto mengaku akan menghilangkan insentif tahunan atau penghasilan tambahan.

Bagi guru honor, pemandi jenasah, guru sekolah minggu, guru mengaji, imam rawatib, dan kader posyandu.

“Diganti dengan insentif bulanan,” kata Danny di Jalan Baji Dakka 3, Kecamatan Mariso, Kamis (15/10/2020)

Danny mengaku, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 2 triliun saat dia menjadi Wali Kota. Seharusnya tidak ada lagi masalah insentif untuk relawan yang ikut bekerja membangun Kota Makassar.

Baca Juga  Hadiri Perayaan Isra Miraj, Danny Minta Dukungan Sukseskan Makassar Recover

“Kita hapus insentif tahunan. Jadi bulanan. Biar kecil yang penting rutin. Bisa bayar cicilan,” ungkap Danny.

Menurut Danny, permasalahan kota bermula dari dalam lorong. Jika semua lorong bisa ditangani dengan baik, semua masalah di perkotaan selesai dengan sendirinya.

Tidak ada lagi tawuran, perkelahian, narkoba, dan aksi kejahatan lainnya.

“Mari kita sama-sama berdayakan anak lorong. Bawa uang ke lorong. Bukan sebaliknya anak lorong pergi mengemis di jalan-jalan,” ungkap Danny.

Danny mengatakan, selama menjabat, banyak sekali program pembinaan lorong yang jika konsisten dilakukan. Bisa membawa kemakmuran bagi masyarakat.

Baca Juga  Buka Forkot Makassar, Danny: Solusi Meredam Perang Kelompok

Ada program lorong sehat, lorong garden, golorong, dan masih banyak lagi. Semuanya berbasis di lorong.

“Bahkan program pengolahan sampah dari lorong, bisa mendatangkan rupiah bagi warga. Makanya ada program sampah tukar beras,” ungkap Danny.

“Mari kembalikan kejayaan lorong. Di tengah pandemi seperti sekarang ini, masyarakat tidak butuh janji. Tapi program yang terukur dan bisa diwujudkan. Tidak piti kana-kanai,” tambah Danny.

Wahyuniarty Ketua RT di Kecamatan Mariso sangat berharap Danny Pomanto terpilih menjadi Wali Kota Makassar.

Baca Juga  Dalam FGD BI, Walkot Makassar Sebut Program Sombere' Smart City Dukung PEN

Agar bisa kembali memberdayakan kelompok perempuan di dalam lorong.

Pandemi saat ini sangat dirasakan kelompok perempuan di Kota Makassar. Harus beli pulsa data untuk anak sekolah. Listrik mahal. Tagihan air melonjak.

“Semua naik, sementara pemasukan tidak ada,” kata Wahyuniarty.

Wahyuniarty setuju dengan program pembangunan lorong. Ketimbang pembangunan gedung tinggi yang sering kali menggusur masyarakat kecil.

“Kalau pemimpin konsisten bangun lorong, masyarakat miskin di Makassar akan sangat terbantu,” katanya. (**)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro05 November 2026 15:18
HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Award untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan dua ajang penghargaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makass...
Politik05 November 2026 15:05
Aktivis FRAKSI Sebut Isu Dasco Jadi Cawapres sebagai Pengalihan Isu, Minta Kasus Penyadapan Diusut Tuntas
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Munculnya isu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bakal menjadi calon wakil presiden menuai sorotan di tengah mencuatnya kas...
Metro05 November 2026 11:14
HUT ke-419 Makassar, Pasar Murah Tawarkan Paket Sembako Rp63 Ribu di Lima Kecamatan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menghadirkan program pasar murah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-...
Metro04 November 2026 17:35
Misi Dagang Sulsel-Jatim Catat Transaksi Rp5,46 Triliun, Andi Sudirman Dorong Perluasan Pasar dan Investasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat nilai trans...