Perekonomian Sulsel Tumbuh Menuju Pemulihan

Suriadi
Suriadi

Jumat, 06 November 2020 16:48

Survei BPS
Survei BPS

Senada, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah agar perekonomian semakin membaik di tengah pandemi Covid-19. Pemulihan ekonomi terus dilakukan. 

“Artinya kerja-kerja pemerintah selama masa pandemi sudah sangat bagus. Nah kita harap kuartal keempat sudah semakin baik,” kata Nurdin Abdullah di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Kamis, (5/11).

Lanjutnya, apa yang sudah dilakukan yang sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi akan dilanjutkan, yakni utamanya daya beli masyarakat didongkrak.

“Itu penting. Karena pertumbuhan itu kaitannya di situ. Kedua belanja pemerintah harus, karena kita berharap dari investasi mungkin semua negara mengalami hal yang sama di masa pendami ini,” sebutnya.  

BPS Sulsel pada kesempatan ini juga menyampaikan fenomena-fenomena untuk pertumbuhan positif di Sulsel. Diantaranya, sektor perikanan, “new normal” juga termasuk faktor yang memicu permintaan perikanan. Produksi penangkapan ikan di laut selama kuartal III-2020 diperkirakan sebesar 91 ribu ton atau naik 13,83 persen dari kuartal ke 2-2020. 

Sektor tranportasi, secara umum terjadi peningkatan signifikan dari konsumsi masyarakat terhadap tranportasi baik itu darat, laut dan udara. Dibandingkan triwulan II-2020. Jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Hasanuddin meningkat signifikan tumbuh hingga 257 persen. 

Bidang konstruksi juga bangkit, realisasi belanja modal APBN (kuartal III-2020 sebesar Rp607,1 miliar) naik 30 persen dari kuartal II-2020. Sedangkan realisasi DAK Fisik hingga Rp2,6 trilyun (Januari-September), naik 125 persen dari tahun lalu.

Sektor pengolahan terjadi peningkatan industri manufaktur selama triwulan III-2020. Demikian juga industri makanan dan minuman juga tumbuh signifikan.

APBD Sulsel, untuk realisasi Belanja Pegawai hingga september sebesar 2,22 trilyun rupiah atau naik 0,84 persen dari realisasi tahun lalu. Sedangkan belanja modal APBD Sulsel telah mencapai Rp404,3 trilyun (Januari-September) atau naik 41,3 persen dari tahun lalu.

Sedangkan fenomena negatif yang terjadi adalah di sektor pertanian, produksi padi sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 3,78 juta ton atau mengalami penurunan sekitar 0,5 juta ton atau 11,79 persen dibandingkan tahun lalu.

Dari rilis BPS tentang luas panen dan produksi padi di Sulawesi-Selatan pada 2 November yang lalu. Ada faktor luas panen yang berkurang dibandingkan tahun lalu. Hal ini diakibatkan banjir dan juga produktivitas yang berkurang karena hama pengerak batang.

Inflasi bulan September 2020 terhadap Juni sebesar -0,48 persen sedangkan September 2019 terhadap Juni 2019 sebesar 0,16 persen.

Untuk ekspor-impor, ekspor luar negeri secara q-to-q nikel naik sekitar 13,42 persen namun secara y-on-y turun 2,77 persen. Impor luar negeri secara y-on-y bahan bakar mineral (BBM) turun sebesar 89,59 persen.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro04 Mei 2026 22:50
TP PKK Makassar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Bimtek dan Peninjauan Kebun Aku Hatinya PKK
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) serta p...
Daerah04 Mei 2026 15:44
Bupati Luwu Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Spirit Memuliakan Manusia Melalui Pendidikan
LUWU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Lapangan Andi Djemma, B...
Politik04 Mei 2026 15:39
Munafri ke Jakarta Temui Bahlil, Sinyal Kuat Jelang Musda Golkar Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dikabarkan bertolak ke Jakarta untuk memenuhi undangan Ketua Umu...
Daerah04 Mei 2026 15:35
Wabup Luwu Tinjau Pengaspalan Jalan Poros Bolong–Lamasi, Target Rampung Sehari
LUWU, Trotoar.id— Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, meninjau langsung proses pengaspalan jalan poros Bolong–Lamasi yang berada di Desa ...