Categories: Metro

Kemacetan di Pettarani Disorot, Manager PT Wika: Buka Tutup U-Turn bukan Kewenangan Kontraktor

TROTOAR.ID, Makassar – Projects Manager PT Wijaya Karya (Wika) Beton Tbk bantah anggapan bahwa pihaknya lah yang menutupan dan membuka putaran U-turn (kapsul) yang menyebabkan kemacetan di Jl AP Pettarani, Makassar.

“Kami tentu melalui prosedur yang sudah mendapatkan izin dari pihak terkait,” kata Didi Rustadi.

Ia menjelaskan, kalau yang punya kewenangan membuka tutup U-turn adalah Kepolisian, Balai Besar Jalan, dan Dinas Perhubungan.

“Buka tutup U-turn itu bukan kewenangan kontraktor. Jadi bukan Wika yang membuat putarannya itu,” bebernya. Kamis, (3/12/2020).

Didi juga mengklarifikasi terkait berita yang menyebutkan bahwa pihaknya diseret oleh kepolisian lantaran dinilai lalai sehingga sebabkan macet panjang.

“Berita itu tidak benar. Bahkan Kami undang kepolisian untuk arahan mengenai rekayasa lalu lintas,” jelasnya.

Didi juga mengaku akan lakukan penambahan U-turn.

“Kami akan menambah U-turn menjadi lima,” kata dia, dikutip di Tribun Timur.

Diberitakan sebelumnya di Trotoar.id: Pembangunan Jalan Tol layang Pettarani sebentar lagi akan rampung dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Namun meski demikian ada beberapa persoalan yang ditimbulkan dari pembangunan jalan tol layang pettarani tersebut.

Salah satu persoalan yang ditimbulkan minimnya U Turn atau kapsul putaran yang dapat diakses pengguna jalan khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar jalan Abdullah Daeng sirua, Sukaria dan Pettarani.

Mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh hingga di perempatan Boulevard untuk berputar arah menuju jalan urip Sumoharjo, belum lagi terjadinya penumpukan kendaraan yang dapat mengakibatkan kemacetan yang cukup parah.

Mengenai persoalan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif berharap pengelola jalan tol dapat memahami kondisi sosial masyarakat, jangan sampai ada hal hal yang bersifat darurat, karena U turn tidak ada maka akan menimbulkan keresahan di Masyarakat.

“Jalan Tol sudah selesai, harusnya pengelola memahami kondisi sosial masyarakat, jangan nantinya akan menimbulkan keresahan baru,” kata Syaharuddin Alrif. (Al/Ltf)

Awal Febri

Share
Published by
Awal Febri

BERITA TERKAIT

Polisi Ringkus 5 Pelaku pematangan Bocah 13 Tahun, 2 Masuk Daftar DPO

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Aksi kekerasan jalanan kembali mengguncang Kota Makassar. Seorang pria bernama Halil menjadi…

3 menit ago

10 Nama Rebut Kursi Elite BAZNAS Makassar—Siapa Lolos 5 Besar?

MAKASSAR, TROTOAR.ID— Pertarungan menuju kursi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kian memanas.…

10 menit ago

30 Anggota Geng Motor Diringkus Polisi

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Aksi brutal geng motor yang meresahkan warga Makassar akhirnya terbongkar. Sebanyak 30…

14 menit ago

Resmikan dan Uji Coba JIAT, Bupati Sidrap: Solusi Konkret Atasi Kebutuhan Air Petani

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri peresmian sekaligus uji pengaliran Jaringan…

5 jam ago

Pantau Progres, Bupati Sidrap Pimpin Rakor Evaluasi Koperasi Merah Putih

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi Koperasi…

5 jam ago

Pemkot Makassar Perdana Terlibat di MIWF 2026, Appi Dorong Kolaborasi Kreatif Global

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar untuk pertama kalinya terlibat langsung dalam penyelenggaraan Makassar International…

5 jam ago

This website uses cookies.