TROTOAR.ID, Makassar – Firman (27), seorang Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Makassar, beralamat di Jalan Sinassara, Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan. Korban terseret arus gelombang air laut di bibir pantai tepatnya di Perbatasan Tanjung Anging Mammiri dengan Tanjung Bayang pada Hari Minggu (20/12/2020) malam.
Tim SAR bersama Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Makassar dan Polsek Tamalate mengevakuasi jasad korban terseret arus.
“Jasadnya ditemukan pada pukul 23.13 Wita. Terdampar di tepi pantai dan langsung dievakuasi dan dipulangkan ke rumah duka,” kata salah satu Tim SAR Makassar, Iksan kepada Media, Senin (21/12/2020).
Baca Juga :
“Sempat ditegur warga setempat karena ombak besar, warga sempat menyelamatkan temannya perempuan,” kata Iksan.
Kepala Basarnas Makassar, Mustari, membenarkan bahwa jasad korban berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar 1.5 kilometer dari lokasi tenggelamnya.
“Basarnas Makassar bersama Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terdampar di pantai sekitar 1.5 Km sekitar pukul 23.31 Wit,” terang Mustari, Senin (21/12/2020).
Trotoar menghubungi Ketua DPC PDIP Makassar, Andi Suhada Sappaile membenarkan kejadian tersebut.
“Iya itu kader PDIP terseret arus di Pantai Tanjung Bayang. Sepertinya sudah dimakamkan,” kata dia saat dihubungi. Senin (21/20/2020).
Kronologi singkat
Pada pukul 15.30 Wita kemarin, korban bersama teman wanitanya berlibur di pantai.
Saat ombak pasang, mereka nekat berenang di Pantai Anging Mamiri, ketika gelombang menghantam, korban tenggelam.
Sementara tempat perempuannya berhasil terselamatkan oleh warga yang tengah berjaga di pantai.
Tim SAR Brimob Polda Sulsel bersama Damkar Makassar, SAR UNM, SAR Antariksa, RTC, Tim SAR K2, Relawan SULSEL, Tim SAR ACM turut membantu mencari korban. (Al/Lt)



Komentar