Dianggap Mencederai, Pemkab Barru Kecam Aksi Sekelompok Orang yang Minta HRS Dihukum dan FPI Dibubarkan di Daerahnya

Suriadi
Suriadi

Minggu, 27 Desember 2020 21:49

Aksi yang meminta FPI dibubarkan dan Habib Rizieq dihukum.
Aksi yang meminta FPI dibubarkan dan Habib Rizieq dihukum.

TROTOAR.ID, Barru – Kepala Bidang Humas Pemerintah Kabupaten Barru, Ardi Susanto, SH mengatakan bahwa aksi sekelompok orang di Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, yang mengatasnamakan diri ‘Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Barru’ dengan melakukan aksi terkait Habib Rizieq Shihab (HRS) dan FPI.

Dalam aksi sekelompok pemuda itu secara terang menegaskan penolakannya terhadap Habib Rizieq di Kabupaten Barru, dan mendesak HRS dihukum serta menuntut FPI dibubarkan.

“Aksi unjuk rasa di Tugu Payung Kota Barru pada Sabtu, 26 Desember 2020, merusak citra kedamaian Barru yang bernafaskan keagamaan,” kata Ardi Susanto seperti yang beredar di pemberitaan media. Senin (28/12/2020).

Menurutnya, Citra Kabupaten Barru sebagai daerah damai dan tentram serta memiliki makna yang sama dengan salah satu Asmaul Husna “Al Barru”, tercoreng atas aksi tersebut.

Bahkan sempat beredar pernyataan aktivis yang tergabung dalam aksi tersebut. Mereka secara terbuka menyampaikan bahwa aksinya “Dimanfaatkan oleh oknum”.

“Tolong, jangan bangun narasi yang menghubungkan dengan Bupati dan Pemda Barru. Kami pun kecewa dan geram. Tatanan nafas keagamaan yang terus disiarkan tanpa kenal lelah di semua sektor oleh Bapak Bupati, harus tercoreng oleh ulah yang tidak cerdas dari kelompok tidak jelas,” kecam Ardi Susanto.

Sebagai orang yang memiliki kewenangan menyampaikan perihal kepada publik. Ardi Susanto berharap agar hal ini tidak terulang lagi dan publik dapat membangun narasi kedamaian serta tidak membawa masalah di luar ke dalam daerah.

“Sejak kemarin sampai hari ini, saya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terkait, untuk meminta penjelasan dan memberikan mereka penekanan agar menjaga citra Barru yang telah terbangun, berprestasi nasional, dan semangat keagamaan,” kata dia.

Pemda Barru meminta semua pihak untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak membawa konflik ke daerah yang dikenal sebagai “Kota Santri” itu.

“Ini kan aneh, ada yang ingin mencederai citra daerah yang selama ini mengangkat nafas keagamaan, tolong hentikan! Saya sudah melapor ke Bapak Bupati (Suardi Saleh) dan beliau kecewa dan sangat menyayangkan atas adanya isu yang mengaitkan beliau,” beber Kabid Humas.

“Saya tahu, semua tokoh di Barru merasa dekat dengan Bapak Bupati. Namun itu bukan berarti bahwa Beliau mengetahui atau bahkan merestui aksi yang merusak kedamaian Barru. Semua pihak harap sadar diri,” pungkasnya. (Al/Lt)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik16 April 2026 18:20
NasDem Sulsel Tolak Framing Menyesatkan, Desak Klarifikasi Media
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksana Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, bersama jajaran Fraksi NasDem se-Sulsel menggelar aksi...
Parlemen16 April 2026 16:26
Sekwan Sulsel Klarifikasi Isu Belanja Rumah Tangga Pimpinan DPRD
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan klarifikasi terkait sorotan publik atas belanja rumah tangga pimpinan D...
Politik16 April 2026 16:19
Musda Golkar Sulsel Memanas, Sejumlah Nama Kuat Berebut Kursi Ketua
MAKASSAR, Trotoar.id  — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026 mulai meman...
Parlemen16 April 2026 16:08
Raker Perdana IPSI Makassar, Ketua Tekankan Soliditas dan Inovasi Program
MAKASSAR, Trotoar.id — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar menggelar rapat kerja (Raker) perdana kepengurusan di Hotel Grand Imawan, ...