
TROTOAR.ID, Makassar – Sudah sebanyak 73 korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi Sulawesi Barat yang dicatat oleh BNPB hingga Minggu (17/1) pukul 14.00 WIB.
“Baru saja kita mendapat update terakhir. Jadi tolong dicatat ulang, korban di Kabupaten Majene 9 orang, Kabupaten Mamuju meninggal dunia 64 orang, sehingga total 73 orang,” kata Raditya Jati, Minggu (17/1).
Bahkan petugas BNPB sementara waktu akan berkantor di Mamuju, Sulawesi Barat. Serta menempatkan 3 helikopter di lapangan untuk membantu distribusi logistik dan peralatan yang dibutuhkan.

Raditya pun memastikan kebutuhan air bersih, makanan hingga pakaian akan tercukupi dan memadai hingga sepuluh hari ke depan.
Pemerintah, menurut Raditya, juga bakal memastikan pelayanan kesehatan bagi korban terdampak, baik yang dirawat di RS Bhayangkara maupun rumah sakit regional. Sembari, lanjut dia, tetap wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Berdasarkan catatan BNPB per Minggu (17/1) sore, sebanyak 826 korban luka-luka akibat gempa.
Sebanyak 657 orang di antaranya ada di Kabupaten Majene dengan rincian 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang dan 425 orang luka ringan.

Kondisi tersebut membuat Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari terhitung dari tanggal 15 Januari sampai dengan 28 Januari 2021.
(Al/CNN)


Komentar