Saat Anggota Komisi III DPR RI Supriansya mempertanyakan standar penilaian yang digunakan oleh tim penilai KY kepada calon hakim, dalam sebuah rapat dengar pendapat dengan Komisioner Komisi Yudisial RI, Senin (25/1) || Dok: Humas DPR RI
TROTOAR.ID – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi III DPR RI Senin, 25 Januari 2021, siang tadi. Dengan menghadirkan Komisioner Komisi Yudisial (KY), terkait dengan penjelasan usulan Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung (MA).
Salah satunya Anggota Komisi III DPR mempertanyakan terkait standar penilaian yang digunakan oleh tim penilai KY, sehingga tim tersebut memiliki kebebasan seorang calon hakim atau calon hakim Ad Hoc, lolos atau tidaknya.
“Saya khawatir banyak calon yang justru berkualitas tapi tidak lolos oleh tim seleksi, dari 100 lebih menjadi 7 orang,” kata politisi Golkar ini yang ditulisnya melalui akun Facebooknya, Senin (25/1).
Mantan Wakil Bupati Kabupaten Soppeng ini berharap agar kedepannya KY memiliki standar yang jelas dan transparan dalam penilaiannya.
“Ini semua demi keadilan bagi semua calon hakim yang akan diterima,” ujarnya.
Dalam sesi pendalaman anggota Komisi III, terungkap bahwa ada Calon Hakim Agung yang menghubungi dan melobi semua anggota Komisi III DPR jelang uji kelayakan.
“Soal track record, khususnya mereka yang berlatar belakang hakim. Saat ini citra pengadilan masih tidak baik di masyarakat, kita ingin mendongkrak dengan menyeleksi hakim berkualitas,” kata Anggota Komisi III DPR, Habiburokhman dalam RDP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarat, Senin (25/1/2021).
Habib pun mengungkap, bahwa di periode KY sebelumnya, ada calon-calon Hakim Agung yang menghubungi bahkan melobi Komisi III DPR meminta untuk dimudahkan. Menurutnya, ini sebuah kegagalan dalam seleksi.
“Mohon maaf di periode lalu ada juga calon-calon yang mau dites menghubungi kami, melobi kami, pak tolong ini-ini segala macem. Ini salah satu kegagalan panitia dalam konteks memberikan calon berintegritas kepada kami,” tukasnya.
Kemudian, Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir juga mengatakan, bahwa para calon-calon ini memang tidak secara langsung menghubungi Komisi III DPR, “Itu menarik sekali memang, memang tidak langsung mereka menghubungi tapi orang-orangnya,” kata Adies di kesempatan sama.
Lalu, ada anggota yang mengatakan bahwa calon yang menghubungi langsung pun ada, “Yang langsung juga ada, ketua,” katanya.
Adies juga mengungkap bahwa untuk yang akan diuji sekarang pun sudah ada yang mulai menghubungi Komisi III, “Bukan hanya itu, yang terakhir sekarang pun sudah mulai. Ini yang menjadi pertanyaan,” kata politikus Partai Golkar itu. (*)
BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…
BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Suasana Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidenreng Rappang, Senin pagi,…
This website uses cookies.