Calon Hakim ‘Lobi’ Cari Kemudahan di DPR, Supriansya Minta KY Transparan, Apa Standar Penilaiannya?

Awal Febri
Awal Febri

Senin, 25 Januari 2021 20:38

Saat Anggota Komisi III DPR RI Supriansya mempertanyakan standar penilaian yang digunakan oleh tim penilai KY kepada calon hakim, dalam sebuah rapat dengar pendapat dengan Komisioner Komisi Yudisial RI, Senin (25/1) || Dok: Humas DPR RI
Saat Anggota Komisi III DPR RI Supriansya mempertanyakan standar penilaian yang digunakan oleh tim penilai KY kepada calon hakim, dalam sebuah rapat dengar pendapat dengan Komisioner Komisi Yudisial RI, Senin (25/1) || Dok: Humas DPR RI

TROTOAR.ID – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi III DPR RI Senin, 25 Januari 2021, siang tadi. Dengan menghadirkan Komisioner Komisi Yudisial (KY), terkait dengan penjelasan usulan Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung (MA).

Salah satunya Anggota Komisi III DPR mempertanyakan terkait standar penilaian yang digunakan oleh tim penilai KY, sehingga tim tersebut memiliki kebebasan seorang calon hakim atau calon hakim Ad Hoc, lolos atau tidaknya.

“Saya khawatir banyak calon yang justru berkualitas tapi tidak lolos oleh tim seleksi, dari 100 lebih menjadi 7 orang,” kata politisi Golkar ini yang ditulisnya melalui akun Facebooknya, Senin (25/1).

Mantan Wakil Bupati Kabupaten Soppeng ini berharap agar kedepannya KY memiliki standar yang jelas dan transparan dalam penilaiannya.

“Ini semua demi keadilan bagi semua calon hakim yang akan diterima,” ujarnya.

Dalam sesi pendalaman anggota Komisi III, terungkap bahwa ada Calon Hakim Agung yang menghubungi dan melobi semua anggota Komisi III DPR jelang uji kelayakan.

“Soal track record, khususnya mereka yang berlatar belakang hakim. Saat ini citra pengadilan masih tidak baik di masyarakat, kita ingin mendongkrak dengan menyeleksi hakim berkualitas,” kata Anggota Komisi III DPR, Habiburokhman dalam RDP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarat, Senin (25/1/2021).

Habib pun mengungkap, bahwa di periode KY sebelumnya, ada calon-calon Hakim Agung yang menghubungi bahkan melobi Komisi III DPR meminta untuk dimudahkan. Menurutnya, ini sebuah kegagalan dalam seleksi.

“Mohon maaf di periode lalu ada juga calon-calon yang mau dites menghubungi kami, melobi kami, pak tolong ini-ini segala macem. Ini salah satu kegagalan panitia dalam konteks memberikan calon berintegritas kepada kami,” tukasnya.

Kemudian, Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir juga mengatakan, bahwa para calon-calon ini memang tidak secara langsung menghubungi Komisi III DPR, “Itu menarik sekali memang, memang tidak langsung mereka menghubungi tapi orang-orangnya,” kata Adies di kesempatan sama.

Lalu, ada anggota yang mengatakan bahwa calon yang menghubungi langsung pun ada, “Yang langsung juga ada, ketua,” katanya.

Adies juga mengungkap bahwa untuk yang akan diuji sekarang pun sudah ada yang mulai menghubungi Komisi III, “Bukan hanya itu, yang terakhir sekarang pun sudah mulai. Ini yang menjadi pertanyaan,” kata politikus Partai Golkar itu. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah26 Mei 2026 00:38
Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg
BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Total sebanyak 1.93...
Daerah26 Mei 2026 00:32
Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa
BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bulukumb...
Politik25 Mei 2026 23:50
Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026...
Politik25 Mei 2026 22:56
Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 untuk be...