Jelang Danny-Fatma Dilantik, Sejumlah Pejabat Pemkot ‘Migrasi’ ke Pemprov, Dewan: Mungkin Tidak Nyaman

Suriadi
Suriadi

Selasa, 26 Januari 2021 21:11

Hanya ilustrasi—Sebuah foto pegawai honorer sebelum pandemi || TROTOAR.
Hanya ilustrasi—Sebuah foto pegawai honorer sebelum pandemi || TROTOAR.

TROTOAR.ID – Menjelang pelantikan Wali Kota Makassar yang sah atau definitif, Danny-Fatma, pada bulan Februari mendatang. Dikabarkan saat ini sejumlah pejabat Pemerintah Kota Makassar ramai-ramai mengajukan migrasi atau pindah tugas ke Pemprov Sulsel. Ada apa?

Hal ini memantik salah satu anggota DPRD Makassar dari fraksi NasDem angkat bicara. Supratman mengatakan bahwa itu tidak apa-apa, tergantung kebijakan Nurdin Abdullah selaku Gubernur Sulawesi Selatan yang akan menerima para pejabat tersebut.

Trotoar.id
Politisi Nasdem Makassar, Supratman, yang saat ini menjabat anggota dewan yang menempati posisi sebagai Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar || TROTOAR.

“Ya, tergantung kebijakan, Pak Gub (Gubernur Sulsel). Apa beliau (Gubernur) mau menerima migrasi pejabat itu, tidak ada yang salah kalau mereka (pejabat) mau pindah selama ada yang menerima. Mungkin saja mereka (pejabat) sudah tidak nyaman di Pemkot Makassar,” kata Ketua Komisi A itu, Selasa (26/1/2021).

Dewan yang akrab disapa Supra ini mengklaim bahwa meskipun para pejabat Pemkot pindah ke Pemprov tetapi bukan berarti pemerintahan kota akan kekosongan, “(Karena) tidak sedikit juga orang yang mau masuk (ke Pemkot) Makassar,” kata politisi muda ini.

Saat TROTOAR bertanya kepada Supra terkait aturan migrasi pejabat tersebut, apakah tidak berbenturan dengan aturan?, Ia menjawab “Tanya ki coba orang (bagian) kepegawain,” tulisnya melalui sebuah pesan pribadi

Sementara itu dilansir dari Suara, Pj Wali Kota Makassar sendiri mengakui adanya permohonan migrasi tersebut,  “Iya ada beberapa menghadap ke saya. Ada beberapa yang mengajukan minta izin pindah,” kata Rudy Djamaluddin, Senin (25/1).

Rudy yang juga Kepala Dinas PU Provinsi Sulsel ini menyebut itu hal wajar, karena memang ada regulasi yang mengatur, “Keinginan PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk berbakti ya kita beri peluang. Tentu sudah melalui pertimbangan yang matang,” kata dia..

Ditanggapi oleh Nurdin Abdullah. Menurutnya itu tidak masalah selaku pejabat itu memiliki berkompeten dan dinilai memiliki kapabel, maka bisa langsung menjabat. Apalagi ada kursi di pemprov yang sementara lowong.

“Tanggal 28 kita akan mendapatkan surat keputusan dari KASN untuk melakukan merit system. Itu tidak perlu lagi bidding, lelang. Kita mau ganti orang langsung kasih masuk saja lalu keluar nama yang kapabel menduduki jabatan itu,” kata mantan Bupati Kabupaten Bantaeng ini. Senin (25/1). (*)

Penulis : Alam/TROTOAR

 Komentar

Berita Terbaru
Politik17 Juli 2026 19:14
Ratusan Bendera dan Baliho Golkar Hiasi Jalan AP Pettarani, Sambut Musda XII Golkar Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id – Suasana menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XII Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai terasa di Kota Makassar. Rat...
Politik17 Juli 2026 18:01
Resmi Mendaftar sebagai Calon Ketua Golkar Sulsel, IAS Usung Semangat Baru Menuju Pemilu 2029
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua D...
Metro17 Juli 2026 16:53
Farhat Abbas Kritik Hak Angket DPRD Gowa, Nilai Bupati Husniah Talenrang Dipermalukan di Ruang Publik
Makassar, Trotoar.id – Pengacara Farhat Abbas melontarkan kritik keras terhadap proses hak angket yang tengah bergulir di DPRD Kabupaten Gowa dan me...
Politik17 Juli 2026 14:17
Didampingi Sejumlah Ketua DPD II, IAS Resmi Kembalikan Formulir Pendaftaran Calon Ketua Golkar Sulsel
Makassar, Trotoar.id – Dinamika menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin menghangat. Mantan Wali Kota Makassar, Ilham...