TROTOAR.ID – Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menyerahkan surat penetapan hasil pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Hal itu ditindaklanjuti oleh dewan pada Kamis, 28 Januari 2021, hari ini, dalam rapat paripurna pengesahan.
Diketahui pasangan nomor urut satu, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) memperoleh suara terbanyak, yakni 218.908 suara atau 41, 3 persen dan keluar sebagai pemenang.
Pada kesempatan hari ini, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo mengesahkan Danny-Fatma sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, sekaligus pengumuman kepada seluruh komisi anggota dewan, jajaran pemerintah kota Makassar, beserta unsur Forkopimda Kota Makassar.
Baca Juga :
Proses rapat paripurna pengesahan kemenangan Danny-Fatma yang diselenggarakan DPRD itu cukup ganjil, pasalnya Pj Wali Kota Makassar tidak hadir, ‘atau ngambek?’
Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo. Ia menyayangkan karena Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin tidak pernah hadir dari mulai penetapan hingga pengesahan Danny-Fatma.

Lanjut dia, bahkan hari ini (28/1) dalam paripurna pengumuman penetapan Wali Kota terpilih di DPRD, Pj Wali Kota juga tidak dihadiri.
“Harusnya hadir karena ini tugas utamanya, menyelenggarakan,” kata Rudianto Lallo.
Ketua DPRD Makassar berharap, Pj Wali Kota mestinya memberikan karpet merah kepada Wali Kota terpilih supaya ada kesejukan di tengah panasnya pilkada kemarin.
“Harusnya Wali Kota ini disambut, kita ingin situasi pemerintahan ini sejuk tanpa ada intrik-intrik,” tandasnya, Kamis (28/1).
Sebelumnya, Ketua DPRD ini telah menegaskan bahwa tugas utama Pj Wali Kota adalah menyukseskan semua proses dan tahapan pilkada.
Sebelumnya, paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar Danny-Fatma membentuk tim transisi yang akan mengevaluasi sejumlah kebijakan Pj Wali Kota Makassar.
Rudy menolak bertemu Tim Transisi Danny-Fatma
Terpisah, dalam wawancara oleh awak media pada Kamis, 28 Januari 2021, Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin ternyata menolak bertemu dengan tim transisi bentukan Wali Kota terpilih, Danny-Fatma.

Rudy mengatakan tidak ada lagi yang perlu dibicarakan atau didiskusikan. Ia merasa pertemuan dengan tim transisi tidak mendesak baginya, “Kok bisa?”
“Jadi tidak perlu lagi ada diskusi. Adapun nanti dia masuk untuk melakukan perubahan kalau melihat itu kurang mendukung dari sisi apa yang dia bayangkan. Di mana saluran penyalurannya ada di APBD-P nanti,” kata Rudy, Kamis (28/1). (*)



Komentar